Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta mengatakan sejak dimulainya serangan Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran, tercatat lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tewas.
"Sejak dimulainya serangan brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel pada pagi hari Sabtu, 28 Februari 2026 yang bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 Hijriah terhadap Republik Islam Iran hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid," demikian keterangan Kedubes Iran, Senin (9/3).
Selain itu, dilaporkan 7.943 unit rumah, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, mengalami kerusakan imbas serangan Israel-AS.
"9.669 target sipil telah dihancurkan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi," ujarnya.
Serangan Israel-AS, lanjut keterangan Kedubes Iran, juga menyasar infrastruktur vital, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm.
"Republik Islam Iran, sebagai tanggapan terhadap serangan, agresi, dan kejahatan terang-terangan Amerika Serikat dan rezim Zionis selama sepuluh hari terakhir, menegaskan hak wajar, sah, dan legalnya untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," katanya.
"Iran menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB, yakni mengidentifikasi para agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka," tambahnya.





