Trotoar Cikini Dipadati Parkir Liar, Ojol, dan PKL, Hak Pejalan Kaki Terenggut

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Trotoar di Jalan Pegangsaan Timur, tepatnya di sekitar akses keluar masuk Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, dipadati berbagai aktivitas yang mengganggu ruang pejalan kaki.

Kendaraan bermotor yang parkir hingga melintas di atas jalur pedestrian, pedagang kaki lima (PKL), hingga pengemudi ojek online yang menunggu penumpang membuat fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki tidak berjalan optimal.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny menegaskan, trotoar di ruas jalan sekitar Stasiun Cikini berada dalam kewenangan Dinas Bina Marga dari sisi teknis.

Menurut dia, tanggung jawab teknis terkait kualitas dan kondisi fisik trotoar memang melekat pada Dinas Bina Marga.

Wenny menegaskan bahwa trotoar merupakan fasilitas publik yang memiliki fungsi utama sebagai jalur pejalan kaki.

Baca juga: Potret Semrawut Trotoar di Stasiun Cikini, Dijajah Parkir Liar, PKL hingga Ojol

“Sesuai ketentuan yang berlaku, trotoar tidak diperbolehkan digunakan untuk parkir kendaraan maupun aktivitas lain yang mengganggu fungsi utamanya sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki,” ujar Wenny saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/3/2026).

Dalam praktiknya, penertiban terhadap pelanggaran fungsi trotoar tidak dilakukan oleh satu instansi saja.

“Penertiban pelanggaran fungsi trotoar dilaksanakan melalui koordinasi lintas instansi, antara lain dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing,” kata dia.

Namun, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam memastikan penegakan aturan berjalan konsisten, termasuk Perda DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Menurut dia, lemahnya pengawasan terhadap pemanfaatan ruang publik dapat membuka peluang bagi aktor informal untuk menguasai trotoar.

Kegagalan dalam mendeteksi dan mencegah okupansi ruang publik sejak dini dapat mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan.

Oleh karena itu, koordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan perlu terus diperkuat guna menindak praktik parkir liar.

Kawasan sekitar stasiun merupakan area prioritas dalam peningkatan kualitas fasilitas pejalan kaki karena menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi.

Penataan trotoar di kawasan Cikini sebenarnya telah dilakukan pada 2019.

“Namun, pada beberapa segmen terdapat penyesuaian sementara seiring dengan adanya pelaksanaan proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) di ruas jalan tersebut,” kata Wenny.

Ke depan, Dinas Bina Marga menyatakan akan terus meningkatkan kualitas trotoar agar dapat digunakan oleh seluruh kelompok masyarakat secara aman dan nyaman.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui beberapa langkah, salah satunya evaluasi berkala terhadap fungsi trotoar dengan melibatkan masyarakat.

Sebagai salah satu praktik evaluasi, Dinas Bina Marga pernah mengajak penyandang disabilitas untuk menilai langsung kondisi trotoar.

“Sebagaimana diamanatkan dalam Perda Nomor 4 Tahun 2022. Ke depan, langkah ini diupayakan menjadi bagian dari praktik evaluasi yang berkelanjutan agar trotoar benar-benar aman dan fungsional bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas dan pengguna stroller,” jelas Wenny.

Selain itu, pembangunan trotoar juga mengikuti standar nasional yang mengatur aspek aksesibilitas sesuai dengan SE Pedoman PUPR 07/P/BM/2023 dan Permen PU Nomor 03/PRT/M/2014.

Standar tersebut mencakup fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas.

“Antara lain jalur pemandu (tactile paving) bagi penyandang disabilitas netra serta bidang miring (ramp) untuk pengguna kursi roda maupun stroller,” kata dia.

Wenny menambahkan, standar tersebut telah diterapkan di beberapa koridor utama Jakarta dan akan diperluas secara bertahap.

“Sudirman–Thamrin dan secara bertahap akan terus diperluas ke kawasan lainnya,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi trotoar.

Baca juga: Ramai Takjil di Jalan Pakuan Bogor, Warga Minta PKL Ditata

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Trotoar penuh motor dan PKL

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (5/3/2026), jalur yang seharusnya digunakan pejalan kaki justru dipenuhi sepeda motor yang parkir hingga melintas di atas trotoar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Harga iPhone 15 Series Terbaru Jelang Lebaran Maret 2026, Ada Diskon Besar!
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
AAUI: Standar RBC Baru Bisa Perkuat Ketahanan Industri Asuransi
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Rp9 T Dana Gentengnisasi-Renovasi Rumah Kumuh Sasar Setengah Juta Penerima
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Update Longsor TPST Bantargebang, 4 Orang Masih Hilang
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Longsor TPST Bantargebang, DLH Jakarta Gelar Operasi Tanggap Darurat
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.