Menlu Iran Tegaskan Permintaan Gencatan Senjata dari AS-Israel akan Ditolak, Ini Alasannya

republika.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --  Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam wawancaranya dengan televisi NBC pada Ahad (8/3/2026) mengatakan bahwa, Iran kali ini dipastikan menolak jika Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali meminta gencatan senjata. Araghchi menegaskan bahwa kondisi kali ini berbeda dengan perang 12 hari pada Juni 2025 lalu.

Araghchi mengulang memori pada Juni tahun lalu di mana Israel menyerang Iran dan Presiden AS Donald Trump lalu mengunggah kalimat "menyerah tanpa syarat" pesan di media sosial. Namun yang terjadi saat itu, kata Araghchi, Iran melawan dan setelah perang berlangsung 12 hari, yang terjadi adalah Israel meminta "gencatan senjata tanpa syarat". 

Baca Juga
  • Prajurit AS Ramai-Ramai Cari Cara Hindari Tugas Perang Melawan Iran
  • Dampak Hantaman Rudal Iran Disensor Ketat, Jurnalis India Viral Ungkap Skala Kehancuran Israel
  • Iran Mulai Gunakan Rudal Generasi Baru pada Ahad, Sasar Tel Aviv dan Pangkalan Udara Yordania

"Jadi kami tidak pernah menyerah, dan kami terus melawan selama mungkin diperlukan, kami terus mempertahankan diri kami. Dan kami mempertahankan wilayah kami, rakyat kami, dan martabat kami. Dan martabat kami tidak untuk dijual," kata Araghchi.

Presenter NBC kemudian bertanya kepada Araghchi, syarat apa yang diajukan Iran untuk membuat perang ini berakhir. Araghchi menjawab, Iran belum berada pada titik itu (gencatan senjata).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Jelas saat ini berbeda dari sebelumnya. Terakhir kami menerima gencatan senjata, tapi saat ini cukup berbeda. Dan alasannya jelas. Terakhir kali mereka menyerang kami, mereka melakukan agresi terhadap kami, membunuh rakyat kami, mereka menghancurkan infrastruktur kami dan mereka meminta gencatan senjata dan kami terima dengan niat baik karena kami hanya mempraktikkan aksi membela diri. Dan itu ternyata tidak membawa perdamaian," kata Araghchi.

"Dan tahun ini mereka kembali menyerang kami. Dan sekarang mereka meminta gencatan senjata lagi? Ini tidak akan berhasil seperti ini. Jadi harus ada penyetopan perang secara permanen. Jika tidak, saya pikir kami akan terus melawan," kata Aragahchi menegaskan.

Presenter NBC pun kembali bertanya kepada Araghchi, "Apakah Iran akan setuju pada gencatan senjata untuk kembali ke meja negosiasi, untuk mengakhiri konflik militer?"

Araghchi menjawab, "Mereka harus menjelaskan mengapa mereka memulai agresi ini sebelum kita pada titik menimbang gencatan senjata. Tentu tidak ada yang mau meneruskan perang. Ini bukan perang kami, ini bukan perang kami yang pilih tapi ini perang yang diterpakan kepada kami oleh AS dan Israel. Mereka memulai perang ini tak terporovokasi, ilegal, dan apa yg kami lakukan adalah aksi pembelaan diri yang sah dan kami punya hak untuk melakukan itu."

 

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Imbau Masyarakat Sulawesi Utara Waspadai Cuaca Ekstrem hingga 15 Maret 2026
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Semarang Mountain Race 2026 Segera Digelar, bank bjb Tawarkan Program Promo Eksklusif
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ramalan Zodiak Sagitarius Bulan Maret 2026
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
KCI Ungkap Tarif KRL Berpotensi Naik Jadi Rp 3.500
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.