tvOnenews.com - Kasus meninggalnya Nizam Syafei masih menjadi sorotan publik. Terbaru, kuasa hukum ayah korban mengungkap alasan di balik pesan bernada keras yang dikirim Anwar Satibi kepada Ibu Kandung Nizam Syafei, Lisnawati.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Anwar Satibi, Dedi Setiadi, dalam sebuah wawancara yang diunggah kanal YouTube Reyben Entertainment pada 8 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Dedi menjelaskan bahwa pesan yang dianggap keji tersebut muncul karena kekecewaan Anwar Satibi setelah tidak diberi pinjaman uang.
Selain itu, Dedi juga mengonfirmasi bahwa ayah Nizam Syafei akan menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian terkait laporan dugaan penelantaran anak yang dilayangkan oleh mantan istrinya.
“Iya, jadwalnya besok jam 10. Ya, di Polres Sukabumi untuk Pak Anwar atas laporan dari mantan istrinya,” ujar Dedi Setiadi.
Menurutnya, laporan yang diajukan oleh Ibu Kandung Nizam Syafei berkaitan dengan dugaan penelantaran anak, khususnya terkait waktu ketika kondisi kesehatan Nizam memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
“Kalau saya melihat dari laporannya itu mengenai penelantaran. Jadi mengenai penelantaran itu saya memperkirakan antara jeda waktu sakit sampai pada yang meninggal, anak sampai meninggal. Itu yang menjadi fokus untuk memberikan jawaban nanti Pak Anwar sesuai dengan yang dia alami, sesuai dengan fakta, menyampaikan seperti apa yang terjadi,” jelasnya.
Dedi menegaskan bahwa kliennya akan memberikan keterangan yang sesuai dengan fakta yang terjadi.
“Jadi tidak boleh memberikan keterangan-keterangan yang tidak sesuai dengan fakta,” lanjutnya.
Menanggapi tudingan bahwa Nizam Syafei sempat ditelantarkan selama beberapa hari sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit, Dedi membantah keras tuduhan tersebut.
“Itu enggak benar ya, karena langsung dibawa ke rumah sakit. Apa yang ada chat antara Pak Anwar itu kan langsung dibawa walaupun tidak ada,” katanya.
Ia juga menyinggung soal pesan singkat yang kini menjadi sorotan publik. Menurutnya, pesan tersebut dikirim dalam kondisi emosi setelah Anwar Satibi tidak mendapatkan pinjaman uang yang dimintanya.
“Karena kan ada kalimat pinjam uang dan sebagainya. Itu Pak Anwar memberikan chat yang intinya tujuannya untuk memberikan supaya ibunya marah dan sebagainya. Padahal pada waktu itu juga dibawa ke rumah sakit sesuai fakta yang ada,” ungkap Dedi.




