Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata berupaya memperkuat kolaborasi dengan pengelola taman bumi (geopark) dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkan secara optimal berbagai aspek yang diperlukan dalam proses revalidasi Geopark Indonesia oleh UNESCO Global Geopark (UGGp) dalam waktu dekat.
"Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Widiyanti menjelaskan bahwa taman bumi di Indonesia bukan sekadar destinasi pariwisata, tetapi juga ekosistem yang menyatukan berbagai dimensi pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Kemenpar: Bali tetap stabil meski ada konflik Timur Tengah
Baca juga: Kemenpar bawa kampanye #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026
Taman bumi memegang tiga peran utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional seperti destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan, penggerak ekonomi masyarakat lokal dan model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 merupakan momentum penting dan strategis bagi Indonesia. Status UNESCO Global Geopark menjadi pengakuan internasional dan cerminan komitmen Indonesia dalam mengelola warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan itu.
Pemerintah melalui Bappenas bahkan telah menargetkan negara akan memiliki 17 UNESCO Global Geopark pada 2029, dan sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak pemanfaatannya.
“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” kata Widiyanti.
Oleh karenanya, dia meminta pihak-pihak terkait agar mempersiapkan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 secara maksimal.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata juga telah menggelar rapat koordinasi persiapan Revalidasi UGGp dan Validasi Aspiring UGGp secara daring pada Kamis (5/3). Rapat tersebut bertujuan menyatukan visi dan langkah strategis antar pemangku kepentingan, termasuk pembagian peran yang jelas serta penyusunan lini masa kerja yang terukur.
Widiyanti menekankan bahwa seluruh proses persiapan perlu dilaksanakan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan komitmen penuh dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan proses revalidasi dan validasi geopark tahun ini diharapkan dapat berjalan optimal, sekaligus mempertahankan status kartu hijau bagi taman bumi yang telah diakui UNESCO serta mendorong geopark yang sedang dalam tahap pengajuan untuk memperoleh pengakuan global.
“Melalui kerja sama yang solid, kita optimistis dapat mempertahankan status kartu hijau bagi taman bumi yang telah terdaftar serta mendorong aspiring geopark Bojonegoro dan Ranah Minang Silokek untuk memperoleh pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks tahun ini,” kata Widiyanti.
Baca juga: Wamenpar tinjau keamanan destinasi unggulan di Bali jelang Lebaran
Baca juga: Kemenpar promosikan keindahan pariwisata di First Class Indonesia
Baca juga: Menpar kunjungi Rumah Budaya Indonesia di Jerman
"Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Widiyanti menjelaskan bahwa taman bumi di Indonesia bukan sekadar destinasi pariwisata, tetapi juga ekosistem yang menyatukan berbagai dimensi pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Kemenpar: Bali tetap stabil meski ada konflik Timur Tengah
Baca juga: Kemenpar bawa kampanye #GoBeyondOrdinary di ITB Berlin 2026
Taman bumi memegang tiga peran utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional seperti destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan, penggerak ekonomi masyarakat lokal dan model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sehingga proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 merupakan momentum penting dan strategis bagi Indonesia. Status UNESCO Global Geopark menjadi pengakuan internasional dan cerminan komitmen Indonesia dalam mengelola warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan itu.
Pemerintah melalui Bappenas bahkan telah menargetkan negara akan memiliki 17 UNESCO Global Geopark pada 2029, dan sektor pariwisata akan menjadi motor penggerak pemanfaatannya.
“Karena itu, pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” kata Widiyanti.
Oleh karenanya, dia meminta pihak-pihak terkait agar mempersiapkan proses revalidasi UGGp dan validasi Aspiring UGGp tahun 2026 secara maksimal.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menegaskan pentingnya pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata juga telah menggelar rapat koordinasi persiapan Revalidasi UGGp dan Validasi Aspiring UGGp secara daring pada Kamis (5/3). Rapat tersebut bertujuan menyatukan visi dan langkah strategis antar pemangku kepentingan, termasuk pembagian peran yang jelas serta penyusunan lini masa kerja yang terukur.
Widiyanti menekankan bahwa seluruh proses persiapan perlu dilaksanakan secara terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan dengan komitmen penuh dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan proses revalidasi dan validasi geopark tahun ini diharapkan dapat berjalan optimal, sekaligus mempertahankan status kartu hijau bagi taman bumi yang telah diakui UNESCO serta mendorong geopark yang sedang dalam tahap pengajuan untuk memperoleh pengakuan global.
“Melalui kerja sama yang solid, kita optimistis dapat mempertahankan status kartu hijau bagi taman bumi yang telah terdaftar serta mendorong aspiring geopark Bojonegoro dan Ranah Minang Silokek untuk memperoleh pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks tahun ini,” kata Widiyanti.
Baca juga: Wamenpar tinjau keamanan destinasi unggulan di Bali jelang Lebaran
Baca juga: Kemenpar promosikan keindahan pariwisata di First Class Indonesia
Baca juga: Menpar kunjungi Rumah Budaya Indonesia di Jerman





