Pasang Surut Banjir di Pela Mampang

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

Tangan Rohmat mencengkeram selang air, sejurus kemudian air bertekanan tinggi menyembur membersihkan lumpur yang tertinggal di halaman Puskesmas Mampang Prapatan yang sejak Minggu (8/3/2026) dini hari tergenang banjir setinggi hampir dua meter. Puskesmas yang berada di tengah pemukiman di Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan menjadi langganan banjir meluapnya Kali Krukut. Sebanyak 40 kepala keluarga di kawasan ini terdampak banjir sejak Minggu dini hari tersebut.

Banjir yang mulai surut sejak pukul 15.00 WIB dimanfaaatkan Rohmat, Rozak, Abdu, dan Usman untuk membersihkan lumpur sisa banjir yang masih menumpuk di halaman puskesmas. Menurut pengakuan para petugas Puskesmas itu, banjir masuk ke lantai dasar setinggi lutut orang dewasa sejak dini hari hingga menjelang siang.

Sementara itu, di halaman hingga jalan masuk puskesmas, air setinggi dua meter. Air kemudian berangsur surut pada sore hari. Karena banjir, pelayanan puskesmas dialihkan ke puskesmas lain. Puskesmas Mampang Prapatan berada di RT RT 01 RW 08 Kelurahan Pela Mampang.

Banjir yang berangsur surut juga dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumahnya dari sisa banjir. Kawasan ini sering dilanda banjir karena letaknya berada di dekat aliran Kali Krukut. Namun, banjir kali ini, menurut Rohmat tergolong besar. Menjelang Magrib, banjir yang sempat setinggi dua meter di kawasan itu, genangannya tinggal 10 hingga 20 sentimeter.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Jakarta disebabkan hujan lebat mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu hingga Minggu. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta hingga Minggu pukul 12.00 WIB, sebanyak 148 RT yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat terendam banjir. Selain itu, terdapat 20 ruas jalan di berbagai lokasi tergenang air.

Di Jakarta Selatan, banjir melanda 55 RT. Kali Krukut, Kali Pesanggrahan, dan Kali Mampang meluap. Ketinggian air bervariasi dari 30 sentimeter (cm) sampai 1,5 meter. Wilayah terparah di Duren Tiga dan Pela Mampang.

Luapan kali membanjiri rumah-rumah warga karena penyempitan badan Kali Krukut. Bangunan mengokupasi sepanjang bantaran kali tersebut.

Banjir telah menjadi rutinitas yang dihadapi warga di musim hujan. Apalagi saat cuaca tak menentu yang sering diwarnsi hujan deras seperti sepekan terakhir. Warga pun sudah berdamai dengan keadaan, banjir datang dan pergi tak pernah permisi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Mojtaba Khamenei, Ulama Senior yang Tak Terdengar di Politik Iran
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
115 RT dan 16 Jalan di DKI Jakarta Masih Tergenang hingga Minggu sore
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Diperiksa Bareskrim, Pandji Pragiwaksono Jelaskan soal Sidang Adat Toraja
• 5 menit laludetik.com
thumb
Sejarah Hari Perempuan Sedunia, Dimulai dari 1 Abad Lalu
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Antusiasme Warga Tukar Uang di Penutupan KURMA Fair 2026
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.