Atraksi Tatung dan Pawai Budaya Meriahkan Festival Cap Go Meh 2026 Little Singkawang di TM Seasons City

tabloidbintang.com
20 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Perayaan Cap Go Meh bertajuk Little Singkawang* kembali digelar di TM Seasons City pada Ahad (8/3). 

Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-11, sekaligus menegaskan posisi Cap Go Meh sebagai salah satu agenda budaya tahunan yang dinantikan masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Mengusung konsep yang konsisten sejak beberapa tahun terakhir, Little Singkawang menghadirkan suasana khas perayaan Cap Go Meh ala Kota Singkawang yang sarat tradisi dan nilai budaya. Beragam rangkaian acara pun memeriahkan festival ini.

Salah satu atraksi yang paling ditunggu adalah pertunjukan Tatung, yang dikenal sebagai ikon budaya dalam perayaan Cap Go Meh di Singkawang. 

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan pawai budaya lintas etnis yang menampilkan keberagaman tradisi Nusantara.

Tak hanya pertunjukan budaya, festival ini juga menghadirkan berbagai kuliner khas Tionghoa autentik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. 

Kehadiran ragam sajian tersebut semakin melengkapi pengalaman menikmati atmosfer perayaan yang kental dengan tradisi.

Center Director TM Seasons City, Mualim Wijoyo, mengatakan Cap Go Meh 2026 memiliki makna yang semakin kuat karena hadir dalam momentum yang istimewa.

“Cap Go Meh tahun ini terasa sangat spesial karena berada di bulan yang sama dengan perayaan Imlek dan bulan Ramadan. Ini menjadi simbol nyata Harmoni Nusantara, di mana keberagaman tidak hanya dirayakan tetapi juga dirangkul bersama,” tutur Mualim. 

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan selama 11 tahun menjadi bukti komitmen TM Seasons City dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota multikultural.

Cap Go Meh 2026 memadukan budaya etnis Tionghoa, Kalimantan, dan Melayu. (Indra Kurniawan/tabloidbintang.com)
 

Simbol Persatuan dalam Keberagaman

Ketua Panitia T.J. Jollyman, S.H. menjelaskan bahwa konsep Little Singkawang tetap dipertahankan karena mendapat respons positif dari masyarakat.

“Kami menghadirkan kembali atraksi Tatung yang autentik, pawai budaya yang melibatkan berbagai komunitas, serta kuliner khas Tionghoa yang menjadi daya tarik utama. Harapannya, pengunjung tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan atmosfer budaya yang kental,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Panitia Yupiter, S.Kom. menambahkan bahwa penyelenggaraan tahun ini melibatkan kolaborasi berbagai komunitas budaya dan pelaku UMKM.

“Cap Go Meh di TM Seasons City kami harapkan menjadi ruang kolaborasi, bukan sekadar perayaan seremonial. Keterlibatan komunitas dan pelaku usaha lokal penting untuk menciptakan festival yang hidup dan berdampak,” katanya.

Dengan rangkaian acara yang meriah, perayaan Cap Go Meh 2026 di TM Seasons City diharapkan kembali menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebudayaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalur Pantura Jabar Diprediksi Sepi Pemudik Lebaran 2026, Ada Apa?
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Tragedi Bantargebang: Menteri LH Larang Open Dumping
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Jennie Blackpink Hadapi Pemburu Tanda Tangan di Paris hingga Mengaku Stres
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Satgas Perumahan Dapat Hibah 30 Ha untuk Pecut Program 3 Juta Rumah
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Proyek Hunian MBR di Cikarang Mulai Dibangun, Target 3 Juta Rumah
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.