KEHADIRAN Jennie Blackpink, sekaligus duta global Chanel, di ajang Paris Fashion Week 2026 mendadak ramai diperbincangkan. Bukan hanya soal gaya busananya yang ikonik dengan mantel merah mencolok, melainkan sebuah insiden di ruang publik yang memperlihatkan Jennie tampak sangat tertekan.
Dalam video yang viral pada Senin (9/3), Jennie terlihat sedang berjalan di area publik Paris bersama staf dan pengawalnya. Namun, langkahnya terhenti saat sekelompok orang mengerumuninya untuk meminta tanda tangan secara agresif.
Diduga Aksi Pemburu Tanda Tangan Profesional (Reseller)Berdasarkan analisis para penggemar di media sosial, kelompok orang yang mendekati Jennie diduga kuat bukan sekadar penggemar biasa. Mereka diidentifikasi sebagai autograph hunters atau pemburu tanda tangan profesional.
Baca juga : 7 Idol K-Pop yang Membawa Gaya Old Hollywood ke Era Modern
Dugaan ini muncul karena jumlah photocard dan barang koleksi yang mereka bawa dalam jumlah banyak sekaligus. Dalam pasar kolektor K-Pop, barang bertanda tangan asli dari member Blackpink memiliki nilai jual yang sangat tinggi di platform reseller.
Situasi sempat memanas ketika mereka terus mendesak masuk meskipun staf Jennie sudah mencoba menghalangi. Dalam potongan video tersebut, Jennie terdengar mengungkapkan secara langsung bahwa situasi itu membuatnya merasa stres.
"Situasi ini membuatku stres," ujar Jennie dalam video yang beredar, sembari tetap berusaha menandatangani beberapa barang sebelum melanjutkan perjalanannya.
Baca juga : 7 Artis Korea yang Pernah Dibenci Netizen karena Alasan Sepele
Tepis Isu Rasisme dan Pembelaan FansSelain insiden pengepungan, Jennie juga sempat diterpa isu miring terkait cara dirinya memegang pena saat memberikan tanda tangan yang dianggap rasis oleh sebagian pihak. Namun, tuduhan ini langsung dibantah keras oleh komunitas penggemar (Blink).
Penggemar menyertakan berbagai bukti dokumentasi lama yang menunjukkan bahwa gaya memegang pena tersebut adalah kebiasaan motorik Jennie sejak awal kariernya.
Reaksi Jennie yang terlihat kesal pun dinilai sangat wajar mengingat dirinya sedang dalam tekanan dan ruang pribadinya dilanggar oleh para pemburu keuntungan.
Tekanan Global Idol K-PopInsiden yang dialami Jennie kembali menyoroti risiko keamanan yang dihadapi idol K-Pop di kancah internasional. Sebagai ikon fesyen dunia, Jennie sering kali menjadi target utama di acara besar seperti Paris Fashion Week.
Hingga berita ini diturunkan, pihak agensi belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, dukungan terhadap Jennie terus mengalir di media sosial dengan tagar perlindungan terhadap privasi artis di ruang publik.
Kejadian ini diharapkan menjadi pengingat bagi publik dan penyelenggara acara untuk meningkatkan pengamanan bagi para pesohor dunia dari eksploitasi para pemburu tanda tangan profesional. (Z-10)





