Bahlil: Tak Elok Memisahkan Pesantren dan Negara

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

SUKABUMI, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bicara soal pentingnya pengaruh pondok pesantren untuk negara dan nasionalisme.

"Jadi, sangatlah tidak elok kalau kita memisahkan antara pesantren dan negara karena di dalam pesantren mendidik anak-anak kita tahu agama, tahu ilmu pengetahuan, teknologi, tapi juga nasionalisme. Dan ini ada pada pesantren," kata Bahlil.

Dia berbicara saat melakukan kunjungan Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).

Baca juga: PSI Safari Ramadhan ke Banten: Jangan Jadikan Kiai-Ponpes Alat Politik

Bahlil mengingatkan bahwa peran pesantren sangat besat bagi Indonesia. Sebab, pesantren lah yang melahirkan pemimpin masyarakat.

"Bagi kami pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari pesantren lahir ulama, pemimpin masyarakat dan tokoh-tokoh menjaga nilai moral bangsa," ujar Bahlil saat ditemui di Ponpes Azzainiyyah, Minggu malam.

Baca juga: Datangi Ponpes Sukabumi, Bahlil Disebut Kancilnya Golkar

Menurut Bahlil, sebelum Indonesia merdeka, pesantren-pesantren tersebut sudah ada.

Dia menyebut para pesantren masih terus ada sampai saat ini, dan tetap membentuk karakter para calon pemimpin bangsa.

"Jadi jangan dikira pesantren ini adalah tempat hanya untuk membina karakter, tapi sebelum adanya negara kita masih dalam penjajahan, pesantren sudah ada untuk membangun karakter kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa," tuturnya.

Baca juga: Kelakar Bahlil: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Turun kalau Kursi Nambah

Bahlil sebut ikhtiar pemerintah

Bahlil menyebut pemerintah akan selalu hadir untuk membantu dunia pesantren.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Misalnya seperti dengan memberikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan memperjuangkan beasiswa LPDP untuk para santri.

"Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, tidak hanya untuk sekolah umum tapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya," imbuh Bahlil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mabes TNI Klarifikasi Telegram Siaga 1 Saat Perang Iran dan AS Memanas
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
BGN Temukan 78 SPPG di Solo Raya Tak Jalankan Juknis Operasional
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Pemkot Makassar Tetapkan Zakat Fitrah 2026, Mulai Rp40 Ribu hingga Rp56 Ribu per Jiwa Setara 4 Liter Beras
• 17 menit laluharianfajar
thumb
Kalah di San Siro, Chivu Berani Tegaskan Inter Milan Masih Pegang Kendali Scudetto
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemlu Ungkap Kondisi 4 WNI di Kapal Musaffah 2 yang Meledak di Selat Hormuz
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.