Resmikan Hunian Subsidi di Meikarta, Hashim Optimistis Perumahan Sumbang Ekonomi 1,5%

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah meyakini pembangunan kawasan perumahan telah menyumbang pertumbuhan ekonomi 1,5% hingga 2%. 

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengungkap industri perumahan memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat tinggi yakni berkisar antara 1,5 hingga 5 kali lipat. Setiap rupiah yang diinvestasikan pada sektor properti diklaim mampu memberikan dampak ekonomi yang berlipat ganda bagi negara. Hal ini terjadi karena terdapat 185 subsektor ekonomi yang terkait langsung dengan rantai pasok bisnis properti, konstruksi, dan perumahan.

“Saya amat yakin bahwa kita akan mencapai [pertumbuhan ekonomi] 8%, karena dari perumahan saja kami hitung sudah 1,5% sampai 2%,” ujarnya dalam agenda groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta di Cikarang Selatan, Minggu (8/3/2026).

Hashim yang juga adik Presiden Prabowo itu menuturkan proyek perumahan menjadi tumpuan utama dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi minimal 8%. “Sebetulnya cita-cita kita 3 juta apartemen rumah tiap tahun. Kenapa? Karena waktu saya ditugaskan untuk ikut menyusun program pemerintah 2 tahun lalu adalah agar bagaimana kita bisa mendorong ekonomi kita? Bagaimana kita bisa mencapai 8% pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Hashim merinci, berdasarkan data Satgas Perumahan, saat ini terdapat 9 juta hingga 15 juta keluarga yang masuk dalam daftar tunggu untuk mendapatkan rumah layak huni. Angka tersebut menunjukkan urgensi penyediaan hunian yang selama ini belum terselesaikan oleh pemerintah.

Selain itu, Hashim menyebut masih terdapat pula 27 juta keluarga Indonesia yang saat ini masih menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sehingga, sektor ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar dan ideal menjadi motor dalam mencapai pertumbuhan ekonomi tembus 8%.

Baca Juga

  • Harga Minyak Mentah Diramal Tembus US$100 per Barel
  • Investor Ramai-Ramai Tarik Dana, BlackRock Batasi Pencairan HLEND
  • Blak-blakan Bos Danantara Soal Tidak Muncul di Daftar Kepemilikan Saham di Atas 1%

Pada tahun ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkap arah pembangunan program 3 juta rumah sepanjang tahun ini akan fokus mengembangkan hunian vertikal atau rumah susun (rusun) subsidi untuk mempercepat suplai perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Tahun ini prioritas kami adalah membangun rumah susun subsidi," kata Ara.

Adapun, untuk tahap pertama rusun subsidi tersebut akan dibangun bersama dengan Lippo Group yang berlokasi di Meikarta. Di mana, pembangunan resmi dimulai pada hari ini, Minggu (8/3/2026).

Dalam laporannya, rusun subsidi Meikarta akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare (Ha) dan bakal menyuplai hingga 140.000 unit rusun subsidi bagi MBR.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Perintah Siaga 1 TNI Imbas Konflik Timur Tengah
• 16 jam laludetik.com
thumb
Terungkap! Diam-Diam Benny Moerdani Persiapkan Jenderal Try Sutrisno Jadi Wapres Soeharto
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Penyebab Longsor Gunung Sampah di Bantargebang yang Tewaskan 4 Orang
• 15 jam laludetik.com
thumb
Era CoreTax Dimulai, BDO Indonesia Ajak Korporasi Hadapi Paradigma Baru Pelaporan Pajak 2026
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Calon Penumpang Sering Terjebak Macet, Pemda DIY Minta Rute KA Bandara Diperpanjang
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.