Calon Penumpang Sering Terjebak Macet, Pemda DIY Minta Rute KA Bandara Diperpanjang

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, KOMPAS – Pemerintah Daerah DI Yogyakarta mengajukan usulan kepada Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang layanan Kereta Api Bandara YIA hingga Stasiun Maguwo, Kabupaten Sleman, DIY. Hal tersebut untuk memecah kepadatan penumpang yang selama ini terpusat di Stasiun Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Senin (9/3/2026), di Yogyakarta, mengatakan, usulan itu sudah disampaikan ke Direktur Jenderal Perkeretaapian dalam pertemuan di Jakarta pada Jumat (6/3/2026).

“Respons Pak Dirjen positif. Nanti habis Lebaran kita ada FGD (diskusi kelompok terarah) yang mengundang para pemangku kepentingan,” ucap Made.

Dia menjelaskan, usulan ini bertolak dari kondisi Stasiun Yogyakarta yang lokasinya berada di pusat Kota Yogyakarta. Stasiun terbesar di DIY yang juga dikenal dengan nama Stasiun Tugu itu menjadi titik tolak penumpang menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Namun, perkembangan akses transportasi ke Yogyakarta, salah satunya dengan keberadaan jalan tol, membuat kepadatan lalu lintas kerap tak terhindarkan, terutama saat musim liburan. Hal ini termasuk kemacetan pada jalan akses dari dan menuju Stasiun Yogyakarta.

“Kondisi ini sering dikomplain oleh masyarakat yang menggunakan layanan KA Bandara YIA. Mereka jadi sering terlambat (sampai ke stasiun) karena kemacetan di jalan,” ujar Made.

Baca JugaKA Bandara Internasional Yogyakarta Diresmikan, Perjalanan Hanya 40 Menit

Layanan KA Bandara YIA beroperasi sejak April 2022. Saat ini, terdapat dua layanan perjalanan KA bandara di rute tersebut, yakni KA YIA Xpress yang menghubungkan Stasiun Yogyakarta langsung dengan Stasiun YIA dan KA YIA Reguler yang melayani Stasiun Yogyakarta-Stasiun Wates-Stasiun YIA.

Berdasarkan siaran pers PT Railink, operator KA Bandara YIA, jumlah total penumpang dua layanan KA itu pada Januari 2026 mencapai 239.000 orang. Angka ini meningkat 4,18 persen dibandingkan jumlah penumpang pada Januari 2025 yang sebanyak 229.000 orang.

Made menjelaskan, studi awal tentang perpanjangan rute KA Bandara YIA ke Stasiun Maguwo sudah dilakukan Dinas Perhubungan DIY pada 2023. Gubernur DIY pun sudah pernah menyurati Menteri Perhubungan perihal ini.

Stasiun Maguwo terletak di timur Kota Yogyakarta, tepatnya di Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman. Jaraknya sekitar 8 kilometer dari Stasiun Yogyakarta. Stasiun Maguwo juga terhubung dengan Bandara Adisutjipto Yogyakarta dan Terminal Bus Trans-Jogja dalam satu kawasan terpadu.

Pengguna KA Bandara di wilayah timur Yogyakarta tak perlu sampai masuk ke kota.

Made mengatakan, perpanjangan rute KA Bandara YIA hingga Stasiun Maguwo diharapkan akan memecah calon penumpang sehingga tak semuanya terpusat di Stasiun Tugu. “Pengguna KA Bandara di wilayah timur Yogyakarta tak perlu sampai masuk ke kota,” ucapnya.

Selain itu, menurut Made, hal ini juga menjadi bagian upaya pengembangan kawasan Stasiun Maguwo sebagai transit oriented development (TOD) atau kawasan berorientasi transit. Hal ini sesuai dengan desain rencana tata ruang kawasan tersebut.

Harapannya, dengan moda transportasi yang terintegrasi antara KA, bandara, dan Bus Trans-Jogja, investor akan tertarik mengembangkan TOD di Stasiun Maguwo. Hal ini seperti yang telah berjalan di kota-kota besar lainnya.

Made mengatakan, studi lanjutan terkait perpanjangan rute KA Bandara YIA ini masih akan dilakukan oleh Kementerian Perhubungan pada 2027. Dia pun berharap pada tahun itu juga perpanjangan layanan KA Bandara YIA sudah bisa direalisasikan.

Baca JugaTOD Bangkitan Ekonomi Baru

Dimintai pandangannya secara terpisah, Guru Besar Ilmu Transportasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Muhammad Zudhy Irawan, menyebut usulan memperpanjang layanan KA Bandara hingga Stasiun Maguwo sebagai hal yang positif. Ini artinya, Bandara YIA dan Bandara Adisutjipto bisa terhubung melalui jaringan KA.

Bahkan, dia mengatakan, layanan KA Bandara akan makin ideal jika menyertakan pula Stasiun Lempuyangan. Stasiun Lempuyangan berada di antara Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Maguwo.

Selain itu, Zudhy menambahkan, perlu juga titik persinggahan tambahan di sisi barat Yogyakarta, yakni antara Stasiun Tugu dan Stasiun Wates. Hal ini agar penumpang memiliki lebih banyak alternatif sehingga tidak tertumpuk di Stasiun Tugu.

“Kalau di sisi barat (Yogyakarta) ada stasiun, masyarakat di wilayah barat seperti di Gamping, Sleman, juga bisa terfasilitasi sehingga tidak harus berputar dulu ke Stasiun Tugu,” ujarnya.

Dengan penambahan stasiun persinggahan, Zudhy mengatakan, waktu perjalanan yang ditempuh calon penumpang bisa dipangkas. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan permintaan terhadap KA Bandara.

Baca JugaKA Bandara, Warna Baru Transportasi Bandara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Cabut Izin BPR Koperindo, LPS Siapkan Pembayaran Simpanan Nasabah
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Israel Serang 3 Depot Minyak Iran, Picu Hujan Beracun yang Bahayakan Warga
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Emas Dunia Anjlok 3%, Dipengaruhi Menguatnya Harga Minyak dan Dolar AS
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Baking Class Asmo Sulsel, Cara Seru Warga Makassar Ekspresikan Kreativitas
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Minyak Mentah Tembus 100 Dolar AS, Bursa Saham Rontok
• 11 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.