Pantau - Kementerian Pariwisata memperkuat kolaborasi dengan pengelola taman bumi atau geopark serta para pemangku kepentingan guna mempersiapkan proses revalidasi Geopark Indonesia oleh UNESCO Global Geopark dalam waktu dekat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dalam menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab.
Ia mengatakan, "Geopark merupakan ekosistem yang saling berkesinambungan dan menjaga keseimbangan antara konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab".
Widiyanti menjelaskan taman bumi di Indonesia bukan hanya destinasi wisata tetapi juga ekosistem yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Geopark menggabungkan berbagai aspek seperti konservasi alam, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Geopark Dorong Pariwisata dan Ekonomi LokalTaman bumi memiliki tiga peran utama dalam pengembangan sektor pariwisata nasional.
Peran pertama sebagai destinasi wisata berbasis alam dan ilmu pengetahuan.
Peran kedua sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal di sekitar kawasan geopark.
Peran ketiga sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Proses revalidasi UNESCO Global Geopark dan validasi Aspiring UNESCO Global Geopark pada tahun 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia.
Status UNESCO Global Geopark menjadi bentuk pengakuan internasional terhadap pengelolaan warisan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Pengakuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan geopark.
Target 17 UNESCO Global Geopark pada 2029Pemerintah melalui Bappenas menargetkan Indonesia memiliki 17 UNESCO Global Geopark pada tahun 2029.
Sektor pariwisata diharapkan menjadi motor penggerak pemanfaatan geopark tersebut.
Widiyanti mengatakan pengembangan geopark sejalan dengan kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Ia mengatakan, "Karena itu pengembangan geopark sangat sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pariwisata dalam membangun destinasi yang berkualitas berkelanjutan dan berdaya saing global".
Widiyanti juga meminta seluruh pihak terkait mempersiapkan proses revalidasi dan validasi geopark pada tahun 2026 secara maksimal.
Upaya tersebut selaras dengan arah pembangunan pariwisata nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025 sampai 2029.
Dalam rencana tersebut ditegaskan pentingnya pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata juga telah menggelar rapat koordinasi persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark dan validasi Aspiring UNESCO Global Geopark secara daring pada 5 Maret.
Rapat tersebut bertujuan menyatukan visi dan langkah strategis antar pemangku kepentingan.
Rapat juga membahas pembagian peran yang jelas serta penyusunan lini masa kerja yang terukur.
Widiyanti menekankan seluruh proses persiapan harus dilakukan secara terencana kolaboratif dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan pentingnya komitmen penuh dari seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Melalui kerja sama yang kuat diharapkan proses revalidasi dan validasi geopark dapat berjalan optimal.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat mempertahankan status kartu hijau bagi taman bumi yang telah diakui UNESCO.
Selain itu pemerintah juga mendorong geopark yang masih dalam tahap pengajuan untuk memperoleh pengakuan global.
Widiyanti mengatakan, "Melalui kerja sama yang solid kita optimistis dapat mempertahankan status kartu hijau bagi taman bumi yang telah terdaftar serta mendorong aspiring geopark Bojonegoro dan Ranah Minang Silokek untuk memperoleh pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks tahun ini".




