JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya kerap dianggap berani ‘pasang badan’ di tengah kritik publik dengan menjelaskan arah dan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Apalagi, pemerintahan menegaskan tidak anti terhadap kritik.
Peran Teddy justru semakin menonjol, karena ia ada di garis depan ketika banyak pihak memilih berhati-hati atau mengambil jarak dari polemik kebijakan. Menurut pengamat komunikasi politik sekaligus Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, langkah tersebut menunjukkan keberanian sekaligus konsistensi dalam menjalankan fungsi Seskab sebagai penghubung antara Presiden dan publik.
“Intinya, Seskab mampu menjalankan fungsinya sebagai mediator kebijakan Presiden kepada masyarakat. Dan hal itu diapresiasi oleh publik,” kata Igor, Senin (9/3/2026).
Teddy kerap tampil ketika muncul beragam kritik misalnya terkait kebijakan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memberikan penjelasan kepada publik dengan apik, dan menurut Igor langkah Teddy adalah sebuah keberanian untuk tetap berdiri di ruang publik saat pemerintah sedang menjadi sasaran kritik.
“Di tengah dinamika kritik terhadap kebijakan pemerintah, kehadiran Seskab yang menjelaskan langsung perspektif Presiden membantu publik memahami tujuan kebijakan secara utuh,” tuturnya.
Menurutnya, komunikasi Teddy terhadap publik bukan sekadar membela administrasi pemerintahan. Namun, lebih kepada menjaga agar visi besar Presiden tidak terdistorsi berbagai narasi yang berkembang di ruang publik.
Selain itu, Teddy memahami langsung arah kebijakan dan prioritas Presiden sehingga penjelasan yang ia sampaikan menjadi salah satu rujukan penting dalam memahami posisi resmi pemerintah. “Peran ini penting agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh mengenai tujuan kebijakan yang diambil Presiden,” imbuhnya.
Igor menambahkan, kehadirannya sebagai figur yang konsisten menjelaskan visi Presiden merupakan kebutuhan penting dalam pemerintahan modern. Sebab, tidak semua pejabat bersedia mengambil peran komunikasi di tengah tekanan kritik publik, dan itu dilakuan Teddy.
“Dalam konteks komunikasi politik, kehadiran figur yang mampu menjelaskan visi Presiden secara langsung memang menjadi kebutuhan penting,” ujarnya.
Keterlibatan Seskab dalam menyampaikan penjelasan kebijakan, kata Igor, dapat dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi pemerintahan. Igor menilai, komunikasi yang aktif mencerminkan Seskab tidak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, namun memainkan peran strategis dalam memastikan pesan dan visi Presiden tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.
“Publik jadi mendapatkan akses informasi yang lebih jelas mengenai arah kebijakan Presiden,” pungkasnya.
Original Article




