Ketika Banjir dan Jalan Rusak Menguji Perjalanan Mudik Lebaran 2026

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Setiap tahun, menjelang Lebaran, jutaan orang bersiap meninggalkan hiruk-pikuk kota.

Tiket diburu, koper mulai dipenuhi pakaian, dan rencana perjalanan pulang kampung perlahan disusun.

Namun, menjelang arus mudik Lebaran 2026, langit yang kerap menurunkan hujan deras dan jalan yang rusak seakan menjadi pengingat perjalanan pulang tidak selalu berjalan mulus.

Cuaca jadi tantangan perjalanan

Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi menjadi salah satu tantangan yang perlu diwaspadai pada musim mudik tahun ini.

Baca juga: Banjir Petogogan Masih Rendam Rumah, Air Sempat Capai 1,2 Meter

“Tantangan saat ini adalah curah hujan yang tinggi. Infrastruktur jalan akan buruk bila hanya ditambal-tambal jalan berlubang,” kata Deddy kepada Kompas.com, Senin (9/4/2026).

Kondisi cuaca juga dapat memengaruhi berbagai moda transportasi. Jalur kereta api, misalnya, membutuhkan perawatan ekstra ketika banjir kerap merendam lintasan.

“Prasarana jalur KA juga tidak akan maksimal dalam perawatan karena track KA yang sering banjir memerlukan mitigasi sendiri,” ujar dia.

Sektor transportasi lain seperti penerbangan dan penyeberangan laut juga sangat bergantung pada kondisi cuaca.

“Industri penerbangan juga akan menyesuaikan kondisi cuaca yang ideal untuk terbang dan penyeberangan laut atau danau akan memerlukan cuaca yang baik untuk berlayar,” kata dia.

Banjir masih terjadi di Jakarta

Gambaran dampak cuaca ekstrem itu sebenarnya sudah terlihat di sejumlah wilayah Jakarta.

Baca juga: Banjir Berulang Sejak Awal Tahun, Warga: Kalau Begini Terus, Bisa Batal Mudik

Pada Senin (9/3/2026) pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat masih ada genangan banjir di beberapa titik.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan mengatakan, setidaknya 16 rukun tetangga (RT) dan dua ruas jalan masih tergenang banjir hingga pagi hari.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 16 RT dan dua ruas jalan tergenang berdasarkan update informasi hingga pukul 06.00 WIB,” ujar Yohan dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Menurut dia, seluruh RT yang masih tergenang berada di wilayah Jakarta Barat.

KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Banjir masih menggenangi kawasan Pulo Raya, Petogogan, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026) siang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Rencana mudik warga jadi gamang

Bagi sebagian warga, banjir dan cuaca yang tidak menentu itu membuat rencana pulang kampung yang biasanya dinanti setiap tahun menjadi terasa gamang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Usul Inovasi Pajak Daerah Dibayar Langsung dengan Sistem ala QRIS, Demi Cegah Kebocoran PAD
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali Jika Idulfitri Berbarengan dengan Nyepi 2026
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Rahasia Strategi Iran Melawan AS-Israel dalam Perang Terbuka
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Macbook Neo Resmi Meluncur, Macbook Termurah Apple
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Suami Siri Menghilang Saat Istrinya Ditemukan Tewas Tinggal Tulang di Limo Depok
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.