- Departemen Luar Negeri AS memerintahkan seluruh diplomat di Arab Saudi untuk segera melakukan "Keberangkatan Wajib" (Mandatory Departure).
- Keputusan ini merupakan respons terhadap meningkatnya risiko keamanan di Timur Tengah pasca serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari.
- Evakuasi personel diplomatik dari Riyadh, Jeddah, dan Dhahran mengindikasikan eskalasi konflik terbuka yang mengancam keselamatan staf.
Suara.com - Langkah tak biasa diambil oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Mengutip laporan New York Times, seluruh diplomat AS di Arab Saudi kini diperintahkan untuk segera angkat kaki.
Keputusan ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington menyadari risiko keamanan di Timur Tengah telah berada pada level yang sangat membahayakan setelah mereka bersama Israel menyerang Iran sejak Sabtu 28 Februari.
Status "Mandatory Departure" resmi diberlakukan bagi personel AS yang bertugas di Riyadh, Jeddah, hingga Dhahran.
Status ini menandakan kondisi darurat di mana keselamatan staf diplomatik tidak lagi bisa dijamin di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran.
Ketegangan ini bermula dari serangan udara AS-Israel ke Iran pada 28 Februari yang menghantam ibu kota Teheran. Serangan tersebut memicu amarah Teheran yang langsung membalas dengan menggempur fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Menariknya, perintah evakuasi ini keluar setelah munculnya kritik dari kalangan diplomat sendiri.
Mereka sebelumnya menyuarakan kekhawatiran terhadap lambannya persiapan evakuasi di bawah pemerintahan Trump, padahal ancaman perang terbuka sudah di depan mata sejak pengerahan pasukan besar-besaran beberapa pekan sebelumnya.
Kini, pengosongan kantor-kantor diplomatik di tiga kota utama Arab Saudi tersebut menjadi bukti nyata bahwa ancaman konflik terbuka di Timur Tengah bukan lagi sekadar retorika. (Antara / sumber: Sputnik/RIA Novosti)
Baca Juga: Anggota DPR Kecam Insiden Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz yang Sebabkan 3 WNI Hilang




