Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla alias JK mengungkap ketersediaan stok darah kerap menurun selama bulan Ramadan.
Jusuf Kalla mengatakan hal itu terjadi karena banyak orang menunda donor darah saat sedang menjalankan ibadah puasa.
“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih ke Pak Andreas dengan timnya yang telah bekerja keras untuk selalu mengadakan upaya untuk menggalakkan donor besar-besaran untuk mengurangi kekurangan darah yang memang selalu terjadi di bulan Ramadan,” kata dia dalam kegiatan buka bersama sekaligus donor darah PMI di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Senin (9/3).
“Karena orang puasa itu kadang-kadang ingin menunda donor darahnya,” lanjut JK.
Menurut Wapres ke-10 dan 12 RI itu, kebutuhan darah di Jakarta sangat tinggi. Setiap hari, ibu kota memerlukan sedikitnya 1.000 kantong darah untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan.
“Padahal Jakarta ini membutuhkan minimum 1.000 kantong per hari,” ucap JK.
JK menjelaskan tingginya kebutuhan tersebut tidak hanya berasal dari warga Jakarta. Banyak pasien dari berbagai daerah di Indonesia datang berobat ke ibu kota sehingga kebutuhan darah ikut meningkat.
“Itu dilakukan karena Jakarta ini pusat kesehatan Indonesia. Jadi bukan hanya orang Jakarta yang butuh kantong darah, tapi juga dari daerah-daerah lainnya datang berobat di Jakarta,” kata dia.
Karena itu, PMI kerap menggelar kegiatan donor darah pada sore hingga malam hari selama Ramadan. Metode tersebut dilakukan agar masyarakat yang berpuasa tetap bisa berpartisipasi.
“Kalau umumnya pagi, ini kalau bulan puasa itu malam, sore atau malam. Itu selalu begitu metodenya di PMI itu,” ujar JK.





