Ini Alasan Mudik Pakai Sepeda Motor Tidak Dianjurkan

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Meski tidak disarankan, sepeda motor diprediksi tetap akan menjadi salah satu moda transportasi yang dipakai untuk perjalanan mudik Lebaran 2026 ini. Alasannya bermacam-macam, mulai dari fleksibilitas hingga biaya operasional rendah.

Namun, Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani Desiawan mengimbau masyarakat untuk memahami potensi bahaya menggunakan kendaraan roda dua harian untuk perjalanan yang sangat jauh.

"Mungkin lebih tepatnya mengimbau bukan melarang, karena sisi lain kita berusaha memahami situasi dan kondisi penduduk di Indonesia. Namun imbauan ini tetap penting, mengingat sepeda motor termasuk kendaraan ringan," kata Victor kepada kumparan, Kamis (5/3/2026).

Kendaraan ringan dimaksud di sini adalah bahwa sepeda motor yang umum beredar di masyarakat dirancang untuk penggunaan sehari-hari dengan jarak mobilitas tak lebih dari 100 kilometer sekali perjalanan.

"Jadi memang tidak dirancang untuk operasional jarak jauh, sementara yang namanya mudik itu identik dengan perjalanan panjang dan lama. Ketika itu pengoperasional motor dihadapkan situasi berbeda dibanding saat berkendara harian," lanjut Victor.

Misalnya dari spesifikasi teknis mulai dari ukuran roda, suspensi, hingga kemampuan mesin yang memang didesain untuk jarak pendek dan menengah. Sehingga kurang ideal untuk kondisi perjalanan terus menerus yang panjang dan memakan durasi lebih lama.

"Berbeda dengan mobil atau moda transportasi lainnya, sepeda motor tidak banyak memberi perlindungan. Berkendara jauh dan dalam waktu lama yang diikuti terkena embusan angin, polusi, sinar matahari, atau hujan dapat menimbulkan risiko kesehatan," katanya.

Apalagi, tak sedikit pengendara yang mungkin saja tak patuh aturan berkendara. Misalnya berkendara maksimal 2,5 jam dan wajib mengambil waktu beristirahat, fokus berkendara dan kondisi tubuh selama berpuasa jadi tantangan lainnya.

Senada dengan Victor, pendiri sekaligus Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menambahkan masyarakat dapat memanfaatkan program mudik gratis atau pakai kombinasi transportasi guna memotong durasi perjalanan.

“Tapi jika memang terpaksa mudik menggunakan motor skutik atau bebek. Bisa memperpendek trip perjalanan dengan memanfaatkan ekspedisi untuk mengantar motor sampai atau di dekat tujuan daerah Anda atau bila terpaksa harus mengendarai motornya bisa juga memperpendek masa istirahat atau rest period-nya demi mengembalikan energi Anda,” terangnya kepada kumparan.

Selain itu, pentingnya memperhatikan barang bawaan agar tidak sampai berlebihan karena dapat mempengaruhi kinerja motor dan tubuh pengendara jadi lebih berat, efeknya pengendara jadi lebih cepat capek.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Stabilkan Area TPST Bantargebang untuk Cegah Longsor Susulan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pengelolaan Hutan Global dalam Forum Forest & Climate Leaders’ Partnership di Nairobi
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Update Banjir Jakarta: 64 RT Terdampak, Ketinggian Air 1,2 Meter
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Demi Moore Ungkap Alasan Tak Lagi Mengejar Kesempurnaan
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Mendikdasmen Sebut Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Akses Medsos Cegah Kecanduan Gawai
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.