JAKARTA, KOMPAS.com – Longsornya gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (8/3/2026), kembali menegaskan rapuhnya kondisi tempat pembuangan akhir terbesar itu.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut menewaskan empat orang. Hingga Senin (9/3/2026), lima orang lainnya masih dalam pencarian setelah diduga tertimbun material sampah.
Insiden ini bukan yang pertama. Sebelumnya, longsoran serupa juga pernah terjadi pada November 2025.
Baca juga: Situasi Terkini Longsoran Sampah TPST Bantargebang: Ratusan Petugas Masih Cari 5 Korban
Rentetan kejadian itu semakin menyoroti kondisi kritis Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi penopang utama pengelolaan sampah Jakarta.
Longsor saat truk mengantre
Longsoran terjadi ketika sejumlah truk sampah tengah mengantre untuk membuang muatan di area pembuangan.
Anggota rescue Damkar Kota Bekasi, Eko Uban, mengatakan bahwa longsor terjadi secara tiba-tiba saat aktivitas pembuangan berlangsung.
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah," ujar Eko saat dikonfirmasi, Minggu.
Material sampah yang ambruk tidak hanya menimpa sopir truk yang berada di antrean.
Warga yang berada di sekitar lokasi, termasuk di warung dekat area pembuangan, ikut menjadi korban.
Baca juga: Longsor Gunungan Sampah di Bantargebang, 4 Tewas dan 5 Orang Hilang
Secara keseluruhan terdapat 13 orang terdampak dalam kejadian tersebut.
Empat orang ditemukan meninggal dunia, empat lainnya selamat, sementara lima orang masih dinyatakan hilang.
Pencarian korban terus berlangsung
Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan sejak Senin pagi.
Sebanyak 15 unit ekskavator dikerahkan untuk membuka timbunan sampah di area longsoran.
Petugas menyisir lokasi secara bertahap guna memastikan tidak ada korban yang masih tertimbun.