JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, akan menyelesaikan akar masalah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang agar tidak ada lagi korban jiwa.
Meskipun menurutnya, Bantargebang adalah fenomena gunung es akibat kegagalan pengelolaan sampah Jakarta dan kini menampung beban kritis hingga 80 juta ton sampah.
Demikian Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta sebagaimana dikutip dari Antaranews, Senin (9/3/2026).
“Kita harus selesaikan akar masalah sampah Jakarta agar tidak ada lagi korban,” kata Menteri LH Hanif.
Baca Juga: Bareskrim Polri Jadwalkan Periksa Pandji Pragiwaksono Hari Ini Pukul 10.00 WIB
Sebelumnya, gunungan sampah setinggi 50 meter di Zona IV TPST Bantargebang longsor pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB.
Akibatnya, empat orang menjadi korban jiwa longsornya sampah di TPST Bantargebang.
Keempat korban yang meninggal dunia dan telah ditemukan antara lain Enda Widayanti (25), Sumini (60), Dedi Sutrisno (22), dan Iwan Supriyatin (40).
Menteri LH Hanif menegaskan, tragedi longsor di TPST yang menimbulkan korban jiwa adalah alarm keras bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar menghentikan pengelolaan sampah dengan metode open dumping.
Apalagi, menurut Hanif, penggunaan metode open dumping di lokasi ini melanggar Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 karena sistemnya tidak mampu mereduksi risiko keamanan bagi warga.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- hanif faisol nurofiq
- menteri hanif faisol nurofiq
- menteri lingkungan hidup
- akar masalah tpst bantargebang
- tpst bantargebang





