Penulis: Fityan
TVRINews – Aceh-Sumatra
Pemerintah pastikan akses pendidikan, kesehatan, dan energi kembali beroperasi normal di tiga provinsi.
Upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan perkembangan signifikan.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Komunikasi Pemerintah Bakom RI, berbagai fasilitas vital mulai dari sektor pendidikan hingga distribusi energi kini telah kembali melayani masyarakat secara bertahap.
Sektor pendidikan mencatatkan progres positif dengan dibukanya kembali ribuan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar.
Secara akumulatif, terdapat 4.922 sekolah yang telah memulai aktivitasnya, dengan rincian mencakup 3.120 institusi di Aceh, 1.149 di Sumatera Utara, dan 653 di Sumatera Barat.
Sejalan dengan itu, infrastruktur kesehatan juga kembali diperkuat. Sebanyak 87 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak kini telah beroperasi penuh, didukung oleh 867 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah terdampak untuk memastikan akses medis warga tidak terputus.
Stabilitas Distribusi Energi
Di sektor energi, pemerintah melaporkan bahwa jalur distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) telah kembali lancar. Hal ini ditandai dengan beroperasinya infrastruktur kunci berikut:
• Penyaluran BBM: Ribuan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah berfungsi normal di tiga provinsi tersebut.
• Pengisian LPG : Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Aceh (11 unit), Sumut (46 unit), dan Sumbar (14 unit) telah aktif menyuplai kebutuhan gas masyarakat.
• Jaringan Agen : Ratusan agen LPG telah dikerahkan kembali untuk menjamin ketersediaan stok di tingkat retail.
"Pasokan BBM dan LPG kembali tersedia bagi masyarakat pascabencana," demikian pernyataan resmi dalam laporan tersebut, yang menekankan pentingnya stabilitas energi dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi lokal.
Pulihnya berbagai fasilitas dasar ini diharapkan dapat mengembalikan ritme kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak secara menyeluruh.
Editor: Redaksi TVRINews





