JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Prof. Dr. Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat masih tergenang banjir hingga Senin (9/3/2036) siang.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, genangan air setinggi 30 sentimeter masih terlihat pada pukul 11.30 WIB.
Banjir menggenangi sepanjang Jalan Satria hingga Jalan Prof. Dr. Latumeten, mulai dari persimpangan Grogol hingga perlintasan sebidang Stasiun Grogol.
Baca juga: Banjir di Perumahan Periuk Damai Tak Kunjung Surut, 860 Warga Mengungsi
Genangan air menyebabkan kemacetan arus lalu lintas karena pengendara hanya bisa melintasi jalur busway di paling kanan.
Tampak antrean panjang kendaraan yang didominasi oleh truk boks muatan, mobil pribadi, armada taksi, hingga bus Transjakarta yang terjebak dalam kemacetan.
Laju kendaraan sangat tersendat saat menerobos banjir.
Kemacetan semakin parah dengan tersendatnya laju kendaraan yang turun dari flyover Letjen S. Parman ke arah Grogol.
Genangan juga terjadi di trotoar hingga membuat para pejalan kaki terpaksa berjalan tanpa alas kaki dan menenteng sepatunya.
"Ini dari Minggu pas sahur sudah banjir. Kemarin lebih dalam lagi sampai sebetis dan masuk ke minimarket," ujar Jojo, salah satu tukang parkir minimarket di Jalan Latumenten.
Baca juga: Banjir di Perumahan Periuk Damai Tak Kunjung Surut, 860 Warga Mengungsi
Kemacetan semakin parah karena adanya penyempitan jalur di sepanjang jalan karena adanya proyek pembangunan flyover Latumeten.
Intensitas penutupan di perlintasan sebidang karena adanya KRL Commuter Line yang melintas juga turut menambah kepadatan situasi arus lalu lintas di Latumenten.
Salah satu pengendara, Alwan (23) yang hendak menuju ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Heerdjan turut mengeluhkan macet akibat banjir.
"Ampun macetnya. Namanya Senin pagi kan emang pasti lebih macet. Tapi ini tuh parah banget. Saya tadi kayaknya 15 menit di depan banjir itu cuma jalan beberapa meter doang, enggak gerak," kata Alwan.
Baca juga: Kapuk Muara Jakut Banjir 35 Cm, Sejumlah Motor Mogok
Ia khawatir apabila terjebak macet di tengah banjir, motornya berpotensi mengalami mogok akibat air yang masuk ke dalam area mesin.
Sementara itu, sejumlah petugas Suku Dinas Sumber Daya Air pun masih terus mengoperasikan pompa untuk mempercepat penanganan banjir di kawasan Latumeten.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




