JAKARTA, DISWAY.ID -- Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, turut buka suara memberikan pujiannya terhadap langkah pemerintah Indonesia yang melakukan pengiriman beras perdana untuk konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Dalam penuturannya, dirinya menilai bahwa keputusan Pemerintah untuk mengirimkan pasokan beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi tersebut telah menjadi bentuk ketahanan pangan nasional Indonesia.
"Swasembada tahun ini merupakan yang terkuat sepanjang sejarah, dan stok beras pemerintah telah mencapai 4,2 juta ton," ucap Hermanto kepada Disway secara daring, pada Sabtu (07/03).
BACA JUGA:Stok Beras RI Cukup hingga 324 Hari ke Depan, Amran Pastikan Aman
BACA JUGA:Stok Beras Aman, BULOG Ungkap Cadangan Beras Pemerintah Diproyeksikan Cukup Hingga 324 Hari
Lebih lanjut, Hermanto juga turut menambahkan bahwa keberhasilan ekspor ini tidak terlepas dari lonjakan produksi dalam negeri yang signifikan sepanjang periode 2025-2026.
Bahkan, ia juga menilai bahwa surplus beras tahun ini yakni sekitar 17 juta ton sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
"Dengan produksi yang tinggi dan cadangan beras pemerintah yang kuat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai memperkuat posisi di pasar global melalui ekspor," tutur Hermanto.
Dengan adanya perkembangan tersebut Hermanto berharap agar momentum capaian swasembada dan ekspor ini dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
BACA JUGA:PAN Bagi-bagi THR dan Beras Bareng Uya Kuya, Pria Berbaju Zulhas Ikut Ngantri
BACA JUGA:Penuhi Konsumsi Haji 2026, Kemenhaj Fasilitasi Ekspor Ribuan Ton Beras Nusantara ke Arab Saudi
Menurutnya, keberhasilan produksi tidak boleh berhenti pada angka statistik semata.
"Ini yang kita tunggu, sehingga ke depan apa yang dilakukan petani benar-benar bisa kembali ke petani. Harus ada dampak nyata terhadap pemasukan dalam negeri dan kesejahteraan para petani,” pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) sendiri turut menyatakan bahwa data terbaru Bapanas per Maret 2026 mengungkapkan bahwa ketersediaan pangan khususnya beras dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman juga turut menyampaikan bahwa total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.
- 1
- 2
- »





