Bursa Saham Jepang Anjlok Lebih dari 5 Persen Imbas Lonjakan Harga Minyak

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham Jepang terpantau anjlok pada perdagangan Senin (9/3) pagi hingga siang seiring lonjakan harga minyak mentah akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks utama Nikkei 225 tercatat kehilangan lebih dari 4.000 poin.

Pada pukul 10.53 waktu setempat, Nikkei berada di level 51.526,70, turun 4.094,14 poin atau 7,36 persen dibandingkan penutupan Jumat (6/3).

Indeks tersebut juga turun di bawah level 52.000 untuk pertama kalinya sejak 9 Januari. Kemudian berdasarkan data Wall Street Journal, indeks saham Nikkei sempat berada di level 52.559,87, turun 3189,40 poin atau 5,53 persen pada 14.50 waktu setempat, sebelum sempat anjlok di 6,58 persen.

Mengutip Japan News, dalam perdagangan di luar jam pasar pada Minggu (8/3), kontrak berjangka minyak mentah Amerika Serikat (AS) melonjak hingga melampaui USD 111 per barel, naik sekitar 22 persen dibandingkan akhir pekan lalu.

"Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2022, tepat setelah dimulainya invasi Rusia di Ukraina pada akhir Februari tahun tersebut," tulis laporan Japan News seperti yang dikutip kumparan, Senin (9/3).

Lonjakan harga minyak terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global setelah militer Israel melakukan serangan udara terhadap fasilitas penyimpanan minyak di Teheran pada Sabtu (7/3).

Serangan itu diduga menjadi pertama kalinya fasilitas minyak Iran menjadi sasaran sejak AS dan Israel memulai operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari.

Adapun berbagai saham di bursa Tokyo mengalami aksi jual pada Senin (9/3) karena investor semakin khawatir konflik Iran akan berlangsung lama.

Kekhawatiran tersebut meningkat setelah muncul kabar mengenai putra kedua Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran untuk menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan AS–Israel, menurut sumber pasar.

Selain itu, penurunan tajam saham Tokyo juga dipicu oleh melemahnya pasar saham AS pada Jumat (6/3) lalu.

Pelemahan tersebut dipengaruhi kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi AS setelah data ketenagakerjaan Februari yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan hasil yang mengecewakan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Akan Bayar Zakat Fitrah di Istana Negara Besok
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Dorong Substitusi Impor, TPIA Perbesar Kapasitas Pabrik MTBE dan Butene-1 hingga 25%
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kapal Feri Mudik Gratis Pemprov Jatim Angkut 331 Penumpang ke Pulau Raas
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Alokasikan Anggaran untuk Perkuat Jaga Warga
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jalan Lingkar Kudus Utara Penghubung Jepara-Pati Berlubang Jelang Mudik Lebaran
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.