JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan layanan vaksinasi MR (Measles Rubella) di sejumlah posko mudik untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus campak selama musim libur Lebaran. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi mempercepat penularan penyakit menular.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan layanan vaksinasi tersebut akan tersedia di sejumlah titik pos pelayanan mudik, terutama di lokasi dengan intensitas pergerakan masyarakat yang tinggi.
“Kami dari pihak kemenkes siap mengantisipas dan ltelah tersedia layanan vaksinasi campak di pos mudik dan merencanakan pembukaan layanan vaksinasi pada pos pelayanan mudik,” ujar Andi dalam konferensi pers pembaruan kasus campak di Indonesia yang digelar secara daring di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
BACA JUGA:Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Tanah Suci, Pengamat Sebut Bukti Penguatan Swasembada Pangan
BACA JUGA:Sampah Longsor, Zona 4A TPST Bantargebang Ditutup, 2 Lokasi Baru Disiapkan
Layanan ini terutama ditujukan bagi para pemudik yang membawa anak-anak namun belum mendapatkan vaksin campak. Dengan adanya fasilitas vaksinasi di titik perjalanan, diharapkan perlindungan terhadap anak dapat diberikan lebih cepat.
Andi, juga menginformasikan bahwa posko mudik yang menjadi prioritas antara lain berada di pelabuhan, bandara, serta titik transportasi dengan arus pemudik tinggi. Kemenkes juga telah meminta balai karantina kesehatan di berbagai wilayah untuk menyiapkan dukungan layanan tersebut.
Bagi kami yang terpenting sekarang adalah dari sisi ketersediaan vaksin, Kemenkes memastikan stok vaksin MR telah didistribusikan hingga tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Karena itu, pelaksanaan layanan vaksinasi di posko mudik tinggal memerlukan koordinasi dengan dinas kesehatan daerah.
Disamping itu, peningkatan mobilitas masyarakat saat libur panjang kerap berkaitan dengan naiknya kasus penyakit menular, termasuk campak. Berdasarkan pengamatan Kemenkes dalam beberapa tahun terakhir, tren kasus campak cenderung meningkat pada periode tertentu yang bertepatan dengan aktivitas berkumpul masyarakat.
BACA JUGA:Vidi Aldiano Meninggal di Malam Nuzulul Quran, Habib Ja'far Kasih Pengakuan Jelas
BACA JUGA:Operasi Ketupat Jaya 2026 Mulai 13 Maret, 6.800 Personel Disiagakan
Karena itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di kerumunan jika mengalami gejala campak seperti demam atau muncul ruam kemerahan pada kulit. Individu dengan gejala tersebut sebaiknya segera melakukan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,"pungkasnya.





