Saudi Aramco menawarkan alternatif pasokan minyak mentah untuk pengiriman segera seiring terganggunya aktivitas kapal di Selat Hormuz. Tawaran tersebut dilakukan lewat serangkaian tender yang jarang dilakukan.
Dikutip dari Bloomberg pada Senin (9/3), terdapat tiga jenis minyak yang ditawarkan Saudi Aramco adalah Arab Extra Light, Arab Heavy dan Arab Light. Dalam beberapa hari terakhir, Saudi Aramco sudah menawarkan sekitar 4,6 juta barel dari berbagai jenis minyak tersebut.
Adapun ditutupnya Selat Hormuz membuat banyak pengiriman minyak terjebak dan membuat arus harus dialihkan lewat Laut Merah. Adanya tender minyak Saudi Aramco di pasar spot tersebut mencerminkan kondisi pasar yang sedang tertekan.
Saat ini, Saudi Aramco memang tidak dapat menjual sebagian besar minyaknya melalui jalur konvensional Selat Hormuz karena biasanya hanya memasok minyak mentah melalui kontrak jangka panjang.
Sebagai gantinya, Saudi Aramco mengalirkan volume minyak dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui pipa menuju Yanbu di Laut Merah.
Pengiriman dari terminal barat Saudi Aramco tersebut melonjak hingga sekitar 2,3 juta barel per hari sepanjang bulan ini. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 50 persen jika dibandingkan pengiriman dari terminal tersebut pada bulan manapun sejak akhir 2016.
Bloomberg menyebut para trader mengatakan tender Saudi Aramco tersebut menawarkan pasokan dengan harga premium di atas harga jual resmi atau official selling prices (OSP) masing-masing jenis minyak untuk bulan Maret yang sudah ditetapkan sebulan lalu.





