HKI Ingatkan Pentingnya Disiplin Fiskal Usai Fitch Revisi Outlook Kredit Indonesia

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menekankan pentingnya disiplin fiskal dan konsistensi kebijakan ekonomi untuk menjaga kepercayaan investor setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings merevisi outlook peringkat kredit Indonesia.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyatakan perubahan outlook tersebut merupakan sinyal serius yang harus segera direspons pemerintah.

Perubahan persepsi risiko negara dinilai sangat mempengaruhi keputusan investasi di sektor industri.

"Jika tidak segera direspons dengan langkah korektif yang jelas, dampaknya bisa langsung terasa pada investasi industri, biaya pembiayaan proyek, dan kepercayaan investor," ujar Akhmad Ma'ruf Maulana.

Meskipun demikian, peringkat kredit Indonesia masih berada pada level investment grade dengan rating BBB.

HKI menilai perubahan outlook tersebut menunjukkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konsistensi kebijakan ekonomi serta kredibilitas tata kelola fiskal dalam jangka menengah.

HKI mengingatkan bahwa proses industrialisasi Indonesia saat ini berada pada fase yang sangat krusial.

Sejumlah sektor manufaktur strategis membutuhkan investasi jangka panjang dengan nilai yang sangat besar.

Sektor tersebut meliputi industri elektronik, energi baru terbarukan, baterai, hingga industri berbasis hilirisasi sumber daya alam.

Dalam situasi tersebut, stabilitas kebijakan fiskal, kepastian regulasi, serta kredibilitas tata kelola ekonomi menjadi faktor utama dalam menarik investasi industri.

HKI juga menilai perubahan persepsi risiko negara dapat menyebabkan kenaikan biaya modal atau cost of capital bagi proyek industri.

Investor global biasanya akan menunda atau meninjau kembali rencana ekspansi jika muncul ketidakpastian kebijakan makroekonomi.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya saing Indonesia dalam perebutan investasi regional.

Persaingan investasi tersebut terutama dengan negara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang dinilai terus memperkuat kepastian kebijakan dan tata kelola investasi.

HKI juga menilai perubahan outlook Fitch terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Ketidakpastian tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas jalur logistik global.

Salah satu jalur logistik penting yang menjadi perhatian adalah Selat Hormuz yang merupakan jalur perdagangan energi vital dunia.

Gangguan pada jalur logistik energi global berpotensi meningkatkan biaya energi dan logistik internasional.

Kondisi tersebut dapat memicu disrupsi perdagangan dunia dan menciptakan ketidakseimbangan baru dalam arus perdagangan global.

Dalam situasi tersebut, HKI menilai pemerintah perlu mempercepat realisasi investasi yang telah memiliki komitmen.

"Dalam kondisi dunia yang sedang menghadapi konflik geopolitik dan gangguan jalur logistik global, arus investasi internasional cenderung melambat. Karena itu strategi paling realistis bagi Indonesia adalah memastikan percepatan realisasi investasi yang sudah memiliki komitmen," ujarnya.

HKI menilai pemerintah perlu melakukan terobosan untuk mempercepat implementasi investasi.

Langkah tersebut dapat dilakukan melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kepastian regulasi, serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Tujuannya agar proyek investasi tidak terhambat pada tahap implementasi.

HKI menilai Indonesia sebenarnya memiliki banyak keunggulan dalam menarik investasi industri.

Keunggulan tersebut antara lain pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang melimpah, serta posisi strategis dalam rantai pasok global.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana melakukan kunjungan ke luar negeri untuk memaparkan kebijakan fiskal Indonesia kepada lembaga pemeringkat global.

Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan fiskal Indonesia dapat menjadi basis penilaian lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings.

Dalam taklimat media di Kementerian Keuangan Jakarta, Purbaya menyatakan selama ini dirinya lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Namun setelah dua lembaga pemeringkat global yaitu Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service mengoreksi outlook peringkat utang Indonesia, ia berencana berpartisipasi dalam berbagai forum fiskal di luar negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tujuh Sifat yang Harus Dimiliki Pemimpin Menurut Ulama
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mirip Selokan, Ini Penampakan Galian di Jalan Rasuna Said yang Bikin Taksi Nyungsep
• 21 jam lalukompas.com
thumb
China Buka Suara! Menlu Wang Yi Serukan Penghentian Perang Iran vs AS dan Israel
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Ida Nurlela Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Stok BBM Jelang Mudik Lebaran Namun Soroti Perbedaan Pernyataan dengan Menteri
• 55 detik lalupantau.com
thumb
Api Membumbung! Israel Serang Kilang Minyak Teheran, Depot Bahan Bakar Iran Hancur | SAPA MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.