Wisata Ranu Regulo Semeru Tutup Saat Libur Lebaran

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wisata Ranu Regulo di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tutup saat Lebaran. Penutupan wisata yang ada di kompleks Gunung Semeru ini dikarenakan adanya cuaca ekstrem dan imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan ini didasari adanya cuaca ekstrem dari perkiraan BMKG selama bulan Maret 2026. Cuaca ekstrem ini diakibatkan aktifnya monsun Asia, adanya gangguan atmosfer low, MJO, dan equatorial Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur, hingga hangatnya suhu muka laut di Selat Madura, mempengaruhi labilnya atmosfer lokal Jawa Timur.

"Mempertimbangkan perkiraan dan imbauan dari BMKG, maka kunjungan ke Ranu Regulo ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Rudijanta Tjahja Nugraha, saat ditemui pada Senin pagi (9/3/2026) di kantor BB-TNBTS, Malang.

Rudi menegaskan, penutupan Ranu Regulo akan diberlakukan sejak 8 Maret hingga 31 Maret 2026, atau sesuai masa libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2026. Wisatawan yang sudah telanjur membeli tiket online melalui laman resmi di bromotenggersemeru.id pada tanggal 8-31 Maret 2026, dapat melakukan reschedule/penjadwalan ulang.

"Untuk mekanisme reschedule akan disampaikan menjelang kepastian objek wisata dibuka kembali," ujarnya.

Menurutnya, keputusan penutupan Ranu Regulo yang masuk kawasan Gunung Semeru itu dilakukan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi intensitas hujan dan cuaca ekstrem masih terjadi di kawasan TNBTS.

"Kami ingin memastikan dan kenyamanan pengunjung dari ancaman bencana alam yang dipicu oleh cuaca ekstrem berupa tingginya intensitas hujan, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang," terang Rudi.

Wisata Gunung Bromo Tetap Buka

Meski kawasan Ranu Regulo ditutup, pengelola memastikan bahwa Wisata Gunung Bromo tetap buka saat libur Hari Raya Idul Fitri. Penutupan Wisata Bromo hanya berlaku ketika momen Hari Raya Nyepi pada 18 - 19 Maret 2026.

"Di Hari Raya Nyepi pada 18-19 Maret 2026 juga ditutup. Lebaran juga ditutup sampai dengan pukul 21.00 WIB. Biar memberi kesempatan masyarakat dan petugas untuk Salat Ied dan merayakan Idul Fitri dulu, karena pengalaman sebelumnya pengunjung ada yang habis Salat Ied langsung ke Bromo," jelas Rudi kembali.

Penutupan juga akan dilakukan setelah libur Idul Fitri selama 7 hari, terhitung mulai dari Senin 6 April 2026 09.00 WIB, hingga Minggu 12 April 2026 pukul 10.00 WIB. Di masa ini kawasan taman nasional diberikan kesempatan untuk mengembalikan ekosistem alamnya, setelah diprediksi akan membludak pengunjungnya semasa Lebaran.

Sementara itu, Wisata Ranu Regulo merupakan wisata danau layaknya Ranu Kumbolo, yang masuk kawasan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Wisata ini menjadi salah satu dari sekian spot wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Wisata ini tetap dibuka bahkan saat pendakian ke puncak Gunung Semeru ditutup akibat adanya fluktuasi aktivitas vulkanik. Pengelola mengklaim jarak Ranu Regulo 8 kilometer dari puncak Gunung Semeru, sehingga dari sisi dampak erupsinya tak mengarah ke Ranu Regulo.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan keputusan yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), tarif berkunjung ke Ranu Regulo sebesar Rp 24 ribu untuk hari kerja atau weekday, dan Rp 34 ribu untuk hari libur atau weekend bagi wisatawan domestik atau nusantara.

Sedangkan bagi wisatawan domestik yang akan berkemah sehari dipatok Rp 29 ribu per orang di hari kerja, dan Rp 39 ribu untuk hari libur atau libur panjang.

Sementara bagi wisatawan mancanegara yang masuk Ranu Regulo dikenakan tarif Rp 205 ribu per orang untuk hari kerja atau weekday dan hari libur atau weekend, serta Rp 210 ribu bagi turis mancanegara yang ingin berkemah.

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sendiri berada di empat wilayah kabupaten, yang juga jadi pintu masuk ke kawasan. Pintu masuk dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kemudian pintu masuk Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Selanjutnya, dua pintu masuk lainnya yakni pintu masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dan pintu masuk Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang juga jadi pintu masuk ke Gunung Semeru.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibu di Depok Tewas Dalam Rumah: Tubuh Tinggal Tulang, Tertumpuk Baju
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Bagaimana Menjelaskan Malam Lailatul Qadar pada Anak?
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar : Trump Menekan Iran dan Venezuela, Menunggu Keruntuhan Rezim Partai Komunis Tiongkok
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Siap-Siap Bebas? Alasan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Yakin Lolos dari Status Tersangka Kasus Kuota Haji
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pasutri Aniaya Seorang Pria di Depan Umum
• 19 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.