RIYADH, KOMPAS.TV - Arab Saudi mengancam Iran jika tak segera menghentikan serangan ke negara-negara Arab.
Pihak Arab Saudi memperingatkan Iran akan menjadi pecundang terbesar jika terus melakukan serangan-serangan tersebut.
Pernyataan Saudi itu muncul setelah serangan drone terbaru yang menargetkan ladang minyak Shaybah, yang sangat besar.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Iran, Presiden Pezehskian: Era Baru Kehormatan dan Kekuatan
Pihak Kerajaan Saudi menolak komentar Presiden Iran Massoud Pezeshkian pada Sabtu (7/3/2026), yang mengatakan Iran telah menghentikan serangan ke negara-negara Teluk.
“Kerajaan Arab Saudi menegaskan bahwa pihak Iran belum menerapkan pernyataan ini dalam praktiknya, baik selama pidato presiden Iran maupun setelahnya,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataannya dikutip dari Associated Press.
“Iran terus melakukan agresi berdasarkan dalih yang lemah dan tanpa dasar factual,” sambungnya.
Pernyataan itu menambahkan bahwa serangan Iran berarti eskalasi lebih lanjut yang berdampak pada hubungan saat ini dan di masa mendatang.
Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel Masuk Fase Baru, Sinyalkan Pembalasan yang Menargetkan Infrastruktur Energi
Iran melakukan serangan ke pangkalan dan gedung yang berkaitan dengan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Associated Press
- arab saudi
- iran
- arab saudi mengancam iran
- menghentikan serangan
- negara-negara arab





