Vietnam Siaga 1 Krisis BBM karena Perang Timur Tengah, Lakukan Ini

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ibu kota Vietnam, Hanoi, diselimuti kabut asap tebal selama beberapa pekan terakhir. Hal ini menjadikannya kota dengan polusi udara tertinggi di dunia. (AFP/NHAC NGUYEN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vietnam kini mempertimbangkan rencana untuk menghapus tarif impor bahan bakar (BBM). Hal ini dikatakan pemerintah, Senin (9/3/2026).

Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga ke level tertinggi sejak 2022. Hingga pukul 09.20 WIB dari catatan CNBC Indonesia, harga Brent tercatat di US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel.


Baca: Eks Direktur CIA Respons Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Kementerian Keuangan mengatakan bahwa mereka telah menyusun dekrit yang akan memangkas tarif pajak impor menjadi nol pada beberapa produk minyak bumi. Ini untuk membantu menstabilkan pasar domestik dan memastikan keamanan energi nasional.

"Jika konflik berlanjut dan blokade Selat Hormuz terus berlanjut, pasokan alternatif di pasar internasional akan menjadi langka dan berisiko mendorong harga naik," kata Kementerian Keuangan, dalam sebuah pernyataan, merujuk pada perairan yang membawa 20% lebih minyak global, mengutip AFP.

Baca: Iran Makin Dikeroyok, Ukraina "Ikut" Perang AS-Israel di Timur Tengah

Secara rinci, berdasarkan dekrit baru, tarif 10% untuk bensin tanpa timbal dan 7% untuk solar, bahan bakar penerbangan serta minyak tanah akan dihapus. Dektrif tarif akan berlaku hingga akhir April.

Di Vietnam, sejak perang dimulai lebih dari seminggu yang lalu dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran, harga bahan bakar telah melonjak tajam. Harga bensin telah naik 21% menjadi 27.040 dong Vietnam (Rp 17.445) per liter, tertinggi sejak Juli 2022, sementara harga solar telah melonjak lebih dari 50%.

Baca: Iran Ngamuk! Pamer Rudal-Drone di Laut Samudera Hindia

Media pemerintah, sebagaimana dimuat laman yang sama, mengatakan puluhan SPBU kecil telah tutup sementara atau mengurangi jam operasionalnya karena persediaan yang menipis. Para pengguna merasa kesulitan dengan beberapa orang putus asa tentang apa yang akan terjadi jika konflik Timur Tengah berkepanjangan.

"Harganya sangat tinggi. Gaji saya masih sama, tetapi harga gas terus naik secara signifikan," kata Le Quang, 25 tahun, seorang guru yang tinggal di Kota Ho Chi Minh.

"Saya rasa saya harus berjalan kaki ke tempat kerja."

Baca: Resmi! Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ada Perang! Korea Selatan Larang Warganya Pergi ke Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Wamenaker Noel Membela Diri di Sidang Pemerasan Sertifikasi K3, Begini Kalimatnya
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Misi Penyelamatan APBN Ketika Tekanan Harga Minyak Terus Meningkat
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Menkes Ingin Bentuk Komunitas Kesehatan Jiwa, Atasi Kekurangan Dokter-Konseling
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
International Women’s Day 2026: Dari Partisipasi ke Kepemimpinan Substantif Perempuan
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
8 Aplikasi yang Blokir Akun Anak di RI Habis Lebaran, Tak Cuma Medsos
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.