Jakarta, VIVA – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Salah satu contoh nyata tersebut dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Marelan Terjun 2 di Sumatera Utara, yang menggandeng para pedagang roti keliling.
"SPPG Medan Marelan Terjun 2 melibatkan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis agar membantu penguatan ekonomi lokal, seperti penjual roti keliling," ujar Nanik, Jakarta, Senin (9/3).
Selain melibatkan pedagang kecil, pelaksanaan Program MBG melalui SPPG juga membuka peluang kerja baru serta mendorong partisipasi berbagai pelaku usaha, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku UMKM lainnya.
Dengan demikian, kata Nanik, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh pelaku ekonomi lokal yang terlibat dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan. Keterlibatan UMKM dalam Program MBG telah diatur dalam regulasi pemerintah.
"Seperti diketahui dalam Perpres 115 yang diterbitkan pada Desember 2025, disebutkan bahwa untuk bahan baku SPPG harus melibatkan Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, UMKM, pedagang kecil, dan petani secara langsung," jelasnya.
Nanik menilai, langkah yang dilakukan SPPG Medan Marelan Terjun 2 dengan menggandeng pedagang roti keliling sebagai pemasok merupakan bentuk implementasi dari kebijakan tersebut.
"Apa yang dilakukan SPPG Medan Marelan Terjun 2 dengan mendatangkan tukang roti merupakan bentuk implementasi Perpres 115, di mana pengusaha mikro dan UMKM dilibatkan sebagai supplier," lanjut dia.
BGN berharap keterlibatan pelaku usaha lokal dalam program prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi nasional ini dapat terus diperluas sehingga memberikan dampak ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. (LAN)





