Emiten Sektor Telekomunikasi dan Otomotif Berpeluang Raup Berkah saat Lebaran

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H tinggal menghitung hari. Momen ini biasanya menjadi periode yang dinantikan sejumlah sektor karena lonjakan konsumsi masyarakat yang terjadi menjelang hingga setelah Lebaran.

Adapun Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri tahun ini jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal atau Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah. Sementara itu, pemerintah akan menetapkan tanggal resmi lebaran melalui sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 H yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.

Analis menilai momentum lebaran berpotensi menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya dari sektor telekomunikasi, otomotif dan pengelola jalan tol.

Retail Research Team Leader CGS Sekuritas, Mino mengatakan, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang lebaran didorong oleh pencairan tunjangan hari raya (THR) yang telah mulai diterima pekerja dan aparatur sipil negara. Menurutnya, tambahan pendapatan tersebut berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong konsumsi domestik.

“Jadi harapannya ini bisa berdampak positif untuk emiten-emiten yang tercatat di Bursa Efek,” kata Mino dalam siaran CGS Sekuritas yang dikutip Senin (9/3).

Konsumsi Data saat Lebaran Untungkan TLKM, ISAT, EXCL

Mino menjelaskan, sektor telekomunikasi secara historis diuntungkan pada periode Ramadan hingga Lebaran. Hal ini seiring meningkatnya konsumsi data internet masyarakat.

Aktivitas digital seperti belanja online atau daring, menonton video hingga mengakses berbagai konten hiburan dan kajian selama Ramadan mendorong lonjakan penggunaan internet.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan pendapatan operator telekomunikasi. Beberapa emiten yang berpotensi memperoleh manfaat dari tren tersebut antara lain PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Tradisi Mudik Dorong Penjualan Kendaraan

Selain telekomunikasi, sektor otomotif juga berpotensi diuntungkan dari momentum lebaran. Tradisi mudik yang dilakukan masyarakat setiap tahun dinilai dapat meningkatkan permintaan kendaraan, baik baru maupun bekas.

Mino mengatakan sebagian masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk membeli kendaraan sebagai sarana transportasi menuju kampung halaman.

Tidak hanya sebagai alat transportasi, kendaraan juga kerap dianggap sebagai simbol keberhasilan bagi para perantau yang pulang kampung saat lebaran.

Di antara emiten sektor tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).

Lonjakan Arus Mudik Untungkan Pengelola Tol

Sektor lain yang berpotensi mendapat dampak positif adalah pengelola jalan tol. Lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran biasanya meningkatkan volume lalu lintas di jalan tol.

Perusahaan yang berpotensi diuntungkan dari kondisi tersebut adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR). “Setiap tahun Jasa Marga biasanya mendapat berkah dari peningkatan trafik lalu lintas ketika arus mudik dan arus balik lebaran,” ujar Mino.

Di sisi lain, sektor ritel yang umumnya juga menikmati peningkatan penjualan saat lebaran dinilai menghadapi tantangan akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Menurut Mino, banyak produk ritel yang berasal dari impor sehingga pelemahan rupiah berpotensi menekan biaya dan margin perusahaan.

Kendati demikian, tim riset CGS Sekuritas tetap memberikan rekomendasi add atau beli untuk sejumlah saham di sektor telekomunikasi, otomotif, dan jalan tol yang dinilai berpotensi diuntungkan oleh momentum lebaran tahun ini.

Sementara Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, turut memberikan target harga kepada masing-masing emiten tersebut. Untuk sektor jalan tol, JSMR diproyeksikan bergerak menuju kisaran 3.200 hingga 3.290 per saham. Sementara itu, di sektor telekomunikasi, saham TLKM diperkirakan berada pada rentang 3.125 hingga 3.200, sedangkan ISAT memiliki target harga di kisaran 2.080 hingga 2.120 per saham.

Adapun dari sektor otomotif, saham ASII diproyeksikan bergerak menuju level 6.000 hingga 6.150 per saham. Sementara itu, saham IMAS diperkirakan berada di rentang 1.040 hingga 1.070 dan AUTO memiliki target harga pada kisaran 2.700 hingga 2.750 per saham.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Maluku Hari Ini, Senin 9 Maret 2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Bakal Tilang Bus yang Nekat Ngetem di Raya Waru Seiring Molornya Perbaikan Exit Purabaya
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kapolsek Kaliwungu Dikeroyok Sejumlah Pemuda saat Bubarkan Tawuran di Kendal
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kalimat Sehari-hari yang Diam-Diam Bisa Menjatuhkan Kepercayaan Diri Pria
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Purbaya Bantah Ekonom Soal Krisis: Ekonomi Kita Masih Ekspansi!
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.