Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Akibat cuaca ekstrem kapal penyeberangan antar pulau di Kabupaten Flores Timur hanyut dan tenggelam. Beruntung saat tenggelam, Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT, Markas Unit Flores Timur sedang melakukan observasi di sekitar perairan Larantuka.
Dengan bantuan teropong, personel Kapal Patroli Polisi Timor 3016, yang sedang bersiaga di PPI Amagarapati langsung mendapat titik koordinat tenggelamnya kapal dan langsung melakukan evakuasi Nahkoda dan Anak Buah Kapal KM. Tanjung Harapan 03.
Kapal motor tersebut merupakan kapal penumpang Rute Larantuka - Tobilota yang tenggelam di Selat Larantuka, Kordinat 08° 20' 682" Ls. - 122° 59' 889" Bt. Tidak ada korban jiwa, Nahkoda Kornelis Kopong (54) warga Kelurahan Pante Besar dan Anak Buah Kapal Eman Hayon, (24) Warga Desa Tobilota. Berhasil diselamatkan personel Ditpolairud menggunakan Ship Tender 01.
Kronologi Kejadian
Sekitar pukul 08.10 WITA, Angin Kencang dan Gelombang menghantam Darmaga Pelni Larantuka. Sehingga kapal - kapal penyebrangan yang sementara sandar di Dermaga Pelni Larantuka masing - masing mencari tempat berlindung.
Sementara Kapal KM. Tanjung Harapan 03 yang bertolak dari Darmaga Pelni Larantuka juga menyelamatkan diri dengan berlayar menuju Palabuhan Tobilota di Adonara, dan belum sempat mengangkut penumpang. Hanya 2 kendaraan roda dua milik Nahkoda dan Anak Buah Kapal yang sudah dimuat di atas kapal.
Nahasnya tak berselang lama, sekitar pukul 08.45 WITA, kapal tiba-tiba dihantam gelombang besar, sehingga air masuk ke dalam badan kapal dan mengakibatkan tenggelamnya kapal.
Kedua korban kapal tenggelam langsung dievakuasi ke Kantor Syahbandar Tobilota. Kerugian materil ditaksir capai Rp.250.000.000.
Kepala Syahbandar Larantuka, Desmon Saterdi Menno membenarkan terjadinya insiden kapal tenggelam tersebut, namun tidak menjawab beberapa pertanyaan terkait imbauan dan perizinan berlayar kapal penumpang antar pulau di tengah cuaca ekstrem.
Desmon juga melaporkan, selain tenggelamnya kapal penyeberangan Larantuka-Tobilota, kapal penyeberangan Solor-Larantuka KM. Purin Lewo juga sempat hanyut menuju arah Pelabuhan Perikanan Amagarapati. Kendala mesin dan cuaca jadi faktor utama.
"Sekarang kapal sudah berhasil dievakuasi di Pelabuhan Perikanan Amagarapati dan rencana akan ditarik menuju dermaga timur Pelabuhan Larantuka," jelas Kepala Syahbandar Larantuka, saat dikonfirmasi TVRI, Senin, 09 Maret 2026.
Editor: Redaksi TVRINews





