Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan rencana penerbitan buku berjudul 'Mens Rea' yang akan terbit sekitar bulan April 2026. Buku tersebut berisi penjelasan mengenai materi stand up comedy yang sempat menuai polemik.
Hal itu disampaikan Pandji usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat adat Toraja, Senin (9/3).
“Mens Rea akan hadir dalam bentuk buku yang akan rilis sekitar bulan April. Isinya adalah naskah dari jokes-nya dengan data dan fakta yang mendasari jokes-nya dan pendapat saya akan joke tersebut. Itu diterbitkan sama Bentang Pustaka,” kata Pandji kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.
Ia berharap buku tersebut dapat membantu publik memahami konteks dari materi yang ia bawakan dalam pertunjukan stand up comedy.
“Moga-moga bisa dinikmati seluas-luasnya oleh masyarakat Indonesia biar lebih dari sekadar materi pertunjukannya, lebih daripada sekadar acara lawaknya, orang memahami argumen-argumen di balik joke yang ada di Mens Rea gitu,” ujarnya.
Menurut Pandji, buku tersebut juga lahir dari berbagai diskusi yang berkembang di masyarakat sejak materi pertunjukannya menuai perdebatan.
“Karena ada banyak diskusi yang terjadi di masyarakat, pengennya diskusi itu dijelaskan dari sudut pandang saya sebagai pemilik pertunjukan. Kenapa Panji bikin pertunjukan ini? Apa yang dimaksud dengan kalimat ini? Itu semua dijelaskan di buku tersebut,” kata dia.
Pandji berharap kehadiran buku itu dapat memberikan penjelasan lebih lengkap sehingga tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Saya malah berharap buku ini bisa membantu memberi kejelasan aja di antara masyarakat sehingga nggak perlu lagi terjadi kesalahpahaman,” ucapnya.




