Pada baterai konvensional, kemampuan pengisian cepat dan kepadatan energi tinggi sering kali dianggap sebagai dua aspek yang saling bertentangan. Namun, produsen baterai asal China ini mengklaim berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan meningkatkan kepadatan energi hingga 5 persen, sekaligus meningkatkan kecepatan pengisian daya secara signifikan.
Untuk mencapai hal tersebut, BYD mengembangkan sistem FlashPass Ion Transport System yang dirancang untuk memaksimalkan potensi baterai lithium iron phosphate (LFP). Tiga Terobosan Teknologi FlashPass FlashPass Ion Transport System dibangun dari tiga inovasi utama yang memungkinkan aliran ion lithium lebih cepat dan efisien di dalam baterai. 1. Flash-Release Cathode Katoda ini menggunakan arsitektur partikel multi-level dengan ukuran yang dirancang secara terarah. Struktur tersebut memungkinkan kepadatan material yang tinggi sekaligus mempercepat proses pelepasan ion lithium. Baca Juga:
Disambut Tari Kecak, Pembalap Honda MotoGP Menari Bareng 2. Flash-Flow Electrolyte Elektrolit yang digunakan dikembangkan melalui optimasi presisi berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini menghasilkan konduktivitas ion yang tinggi serta mobilitas ion lithium yang lebih cepat. 3. Flash-Intercalate Anode Anoda dirancang dengan struktur multi-dimensi yang memungkinkan proses interkalasi ion lithium secara tiga dimensi hingga 360 derajat dengan kecepatan tinggi.
Kombinasi ketiga teknologi tersebut membantu menurunkan resistansi internal baterai secara signifikan sehingga mengurangi panas yang dihasilkan selama proses pengisian daya. Struktur Anoda Baru Tingkatkan Performa Inovasi juga dilakukan pada bagian anoda melalui restrukturisasi elektroda berkapasitas tinggi. Partikel grafit di dalamnya disusun tegak lurus terhadap bidang elektroda sehingga dapat mengurangi hambatan transportasi ion lithium.
Desain ini memungkinkan proses interkalasi ion berlangsung lebih lancar dan cepat, sekaligus mendukung peningkatan kepadatan energi baterai sebesar 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Baca Juga:
Pentingnya Dashcam 3 Channel untuk Kawal Perjalanan Mudik Aman Teknologi Lapisan SEI Lebih Stabil Blade Battery 2.0 juga menghadirkan terobosan pada lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI), yaitu komponen penting pada baterai lithium-ion.
Jenama asal China itu mengembangkan lapisan SEI melalui rekayasa molekuler dan optimasi struktur makroskopik sehingga menghasilkan lapisan yang sangat tipis namun tetap memiliki kepadatan tinggi. Struktur ini memungkinkan konduktivitas ion yang lebih baik sekaligus menjaga stabilitas kimia baterai.
Lapisan tersebut juga dilengkapi teknologi dynamic self-repairing, yang membantu menjaga keseimbangan antara ketipisan lapisan dan kekuatan struktur. Lulus Uji Keamanan Ekstrem BYD menyebut peningkatan performa pada Blade Battery 2.0 tidak mengorbankan aspek keamanan dan ketahanan baterai. Teknologi ini telah melewati berbagai pengujian keselamatan ekstrem.
Salah satunya adalah pengujian pertama di dunia yang menggabungkan FLASH Charging dan Nail-Penetration Test secara bersamaan. Hasilnya menunjukkan tidak terjadi thermal runaway, asap, maupun kebakaran bahkan setelah 500 siklus pengisian cepat.
Selain itu, Blade Battery 2.0 juga lulus uji thermal runaway setelah terjadi hubungan arus pendek paksa pada empat sel baterai secara simultan. Dalam pengujian tersebut tidak terjadi kebakaran maupun ledakan meskipun suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius. Daya Tahan Baterai Lebih Baik Selain peningkatan pada performa dan keamanan, Blade Battery 2.0 juga menghadirkan peningkatan dalam hal daya tahan baterai. Dibandingkan generasi sebelumnya, tingkat penurunan kapasitas baterai pada Blade Battery 2.0 diklaim berkurang hingga 2,5 persen, yang menunjukkan peningkatan pada aspek ketahanan jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





