Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Aceh Tamiang
Proses pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dikebut menjelang Hari Raya Idulfitri. Berbagai pihak, termasuk personel TNI dan Polri, terjun langsung ke lapangan untuk memastikan percepatan pengerjaan hunian yang layak bagi warga terdampak bencana.
Dalam keterangan yang diterima pada Senin, 9 Maret 2026, personel Polsek Kejuruan Muda melaksanakan peninjauan sekaligus pengamanan di lokasi pembangunan huntara dan huntap di Kecamatan Kejuruan Muda. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi material dan keamanan aset di area pembangunan.
Sementara itu, aksi nyata juga terlihat di Desa Rantau Pauh, di mana sejumlah anggota TNI bahu-membahu membantu proses konstruksi. Para prajurit terpantau mengangkut material pasir menggunakan gerobak dorong untuk memperkuat struktur lantai bangunan semi permanen tersebut.
Hingga Minggu, 8 Maret 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.771 unit huntara telah berhasil dibangun dan tersebar di 25 lokasi strategis. Saat ini, sebanyak 1.339 kepala keluarga (KK) dilaporkan sudah mulai menempati hunian yang lebih layak tersebut.
Guna meringankan beban warga, unit-unit hunian ini telah dilengkapi dengan perabotan penunjang dari BNPB, Kementerian Sosial, serta lembaga kemanusiaan lainnya. Selain itu, pemerintah menjamin penyediaan fasilitas dasar seperti akses air bersih dan aliran listrik secara gratis bagi seluruh penghuni huntara.
Percepatan pembangunan ini diharapkan dapat segera memberikan kepastian tempat tinggal yang aman bagi warga Aceh Tamiang, sekaligus menjadi bagian penting dari pemulihan kondisi sosial masyarakat menyambut hari besar keagamaan.
Editor: Redaktur TVRINews





