Bekasi: Pemerintah berencana membangun sekitar 140 ribu hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan, 140 ribu hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare yang berasal dari hibah.
"Dari gambaran tim, dengan lahan seluas 30 hektare ini kita kurang lebih bisa membangun 140 ribu unit (hunian vertikal)," kata Maruarar di Bekasi, Minggu malam, 9 Maret 2026.
Peninjauan pembangunan hunian vertikal di wilayah Cikarang. (Metrotvnews.com/Antonio)
Maruarar mengatakan, pembangunan hunian vertikal itu akan dilakukan secara bertahap. Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, berdasarkan data masih terdapat sekitar 9 sampai 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah.
Selain itu, sekitar 27 juta rumah tangga masih tinggal di rumah tidak layak huni. Sehingga, pembangunan hunian di lokasi itu merupakan salah satu bagian dari program 3 juta rumah per tahun untuk mendorong masyarakat agar dapat memiliki hunian dengan biaya terjangkau.
"Program tiga juta rumah per tahun menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Hasjim.
Baca Juga :
Satgas Perumahan Dapat Hibah 30 Ha untuk Pecut Program 3 Juta Rumah"Melalui kolaborasi pemerintah, Danantara, BUMN dan sektor usaha, kami ingin memastikan pengembangan kawasan hunian ini dirancang secara matang," kata dia.
Lahan pembangunan hunian tersebut berasal dari hibah seluas 30 hektare yang diberikan Lippo Group kepada pemerintah melalui Danantara. CEO Lippo Group, James Riady, mengatakan, hibah dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program perumahan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat," kata James Riady.




