BEKASI, KOMPAS.com — Kerabat korban longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mencari lokasi baru untuk pembuangan sampah.
Desakan ini muncul setelah peristiwa longsor pada Minggu (8/3/2026) menyebabkan sejumlah orang tertimbun dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
Hakim (35), kerabat salah satu korban yang masih hilang, menilai TPST Bantargebang sudah tidak lagi mampu menampung sampah dari Jakarta yang volumenya terus meningkat setiap hari.
Baca juga: TPST Bantargebang Longsor 3 Kali dalam 4 Bulan, Tanda Krisis Pengelolaan Sampah Jakarta?
"Pemerintah carilah lahan baru buat sampah di DKI Jakarta. Di Bekasi ini sudah enggak memungkinkan buat nampung sampah lagi," kata Hakim kepada awak media di lokasi, Senin (9/3/2026).
Menurut Hakim, kekhawatiran warga dan keluarga korban semakin besar, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu longsor kembali dari gunungan sampah yang semakin tinggi.
Menurut dia, situasi itu membahayakan para pekerja di area TPST maupun sopir truk pengangkut sampah yang setiap hari beraktivitas di lokasi tersebut.
"Apalagi kalau ada hujan, sudah tidak ketolong. Karena kalau begini terus bisa jadi ada korban jiwa lagi," ujarnya.
Korban masih dalam pencarianHakim merupakan kerabat dari Hardianto (25), salah satu sopir dump truck yang hingga kini masih dinyatakan hilang akibat longsor di TPST Bantargebang. Ia mengaku keluarga masih terpukul dengan peristiwa tersebut.
Hakim mengatakan Hardianto telah bekerja sebagai sopir dump truck di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta selama sekitar empat tahun. Korban juga telah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang masih berusia tiga tahun.
Baca juga: Korban Tewas Longsor Sampah Bantargebang Jadi 5 Orang, 4 Masih Dicari
Saat peristiwa terjadi, Hakim menduga Hardianto sedang berada di dalam kendaraan yang dikemudikannya.
"Mobil lagi istirahat, tiba-tiba langsung longsor. Hardi enggak ketolong, sudah ketimbun," kata dia.
Kendaraan yang dikemudikan korban diketahui telah ditemukan pada Minggu (8/3/2026) malam. Namun, saat proses evakuasi dilakukan, korban tidak ditemukan di dalam kendaraan tersebut.
"Sudah enggak berbentuk mobil sih. Pas diangkat pun kepalanya sudah misah dari badan mobil," ujarnya.
Hingga kini, keluarga masih menunggu kabar dari pihak kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Basarnas terkait keberadaan korban. Hakim berharap korban dapat segera ditemukan agar keluarga mendapatkan kepastian.
"Kami maunya jasadnya utuh saat diketemukan. Jadi keluarga tenanglah kalau ketemu. Kalau belum ketemu kan kami masih berharap-harap aja," ujar dia.
Baca juga: Sampah Longsor di Bantargebang Telan Korban, Alarm Keras untuk Pemprov DKI





