REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat melakukan pemetaan dan persiapan menyambut arus mudik Lebaran tahun 2026 atau 1447 Hijriah. Mereka mengungkapkan situasi kondisi potensi pergerakan pemudik di wilayah Jawa Barat.
Kepala Dishub Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar mengatakan wilayah Jawa Barat bukan hanya menjadi tujuan mudik. Namun, menjadi perlintasan pemudik yang akan melakukan perjalanan mudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Baca Juga
341 Masjid Ramah Pemudik di Jabar Siap Sambut Pemudik di Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Tim Urai Disiapkan di Jalur Mudik Lebaran, Polda Jabar: Bantu Pemudik Terhindar dari Kemacetan
Rakorsus Operasi Ketupat 2026: Kampung Kaheman di Nagreg Jadi Pos Terpadu Mudik
"Dari hasil survei dari kementerian perhubungan memang menunjukkan volume yang cukup besar pergerakan dari wilayah barat, baik itu Banten, Sumatera, dan Jakarta dan sekitarnya menuju ke arah ke timur, Jawa Tengah, Jogja, dan Jawa Timur," ucap dia, Senin (9/3/2026). Dhani menuturkan posisi Jawa Barat berada di tengah-tengah sehingga otomatis banyak yang melakukan perjalanan ke Jawa Timur akan dimulai terlebih dahulu melintasi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dengan kondisi itu, sejumlah persiapan dan kesiapsiagaan telah dilakukan oleh petugas. .rec-desc {padding: 7px !important;} Selain itu, aktivitas pemudik di Jawa Barat tidak hanya mudik. Mereka pun akan memanfaatkan momen liburan untuk kegiatan wisata apalagi libur lebaran relatif panjang dimulai dari adanya work from anywhere, cuti bersama dan libur Lebaran dengan total 12 hari. "Mengacu pada pergerakan tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa memang jalur wisata ini kemungkinan besar akan meningkat di H+2, jadi mungkin H-7 itu akan didominasi oleh pergerakan masyarakat yang akan pulang kampung, kemudian nanti di H+2 nya berikutnya adalah kegiatan wisata," kata dia. Ia mengatakan sejumlah tujuan wisata yang diminati masyarakat seperti puncak Bogor, Bandung Raya seperti Ciwidey, Lembang serta pantai selatan seperti Pelabuhan Ratu dan Pangandaran kemudian Pantura. "Jadi kalau misalkan kita lihat puncak pergerakannya (wisata) memang rata-rata akan dilakukan nanti di H+2," kata dia. Moda transportasi yang akan digunakan mulai dari angkutan jalan, kata Dhani adalah kereta api, ASDP dan transportasi udara. Ia mengatakan moda transportasi kereta api relatif tinggi minat dari masyarakat, dilanjutkan angkutan jalan, ASDP, serta udara. Ia menambahkan 143,9 juta masyarakat Indonesia diprediksi melakukan kegiatan mudik Lebaran. Di mana 50 persen masyarakat Indonesia melakukan perjalanan dan sisanya tidak. "Tujuh puluh enam koma dua puluh empat juta menggunakan kendaraan pribadi, 24,8 juta motor roda dua, dan sisanya mungkin penggunaan bus, kapal laut dan pesawat," kata dia. Ia mengatakan tujuan mudik terbanyak yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten.