Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memastikan ketahanan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih aman di tengah gejolak konflik di Timur Tengah.
Konflik di Timur Tengah telah mendorong harga minyak tembus ke level di atas US$100 per barel. Angka itu telah melampaui harga minyak dalam asumsi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026, yakni US$70 per barel.
Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bakal terus memperjuangkan swasembada energi. Dia memastikan Indonesia tidak akan lagi ketergantungan pada impor.
Dia mengatakan, pemerintah bakal mendorong penggunaan bahan bakar nabati (BBN). Adapun BBN itu seperti biodiesel 50% (B50) hingga BBM campur bioetanol 20% (E20).
"Kiat memiliki karunia besar dari yang Maha Kuasa, bahwa kita nanti mampu, kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita. Dari kelapa sawit, dari singkong," kata Prabowo dalam acara Peresmian 218 Jembatan, Senin (9/3/2026).
Asal tahu saja, kebutuhan minyak mentah Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari (bph). Sementara, produksi dalam negeri masih berada di level 600.000 bph. Artinya, Indonesia masih mengimpor minyak sebesar 1 juta bph.
Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah bakal mempercepat implementasi BBN. Ini dilakukan seiring meningkatnya harga minyak mentah global imbas perang di Timur Tengah.
Bahlil mengatakan, transisi menuju energi bersih seperti biodiesel campur solar 50% atau B50 dan bahan bakar campuran yang terdiri dari 20% etanol dan 80% bensin (E20) bisa menjadi salah satu solusi.
"Karena kalau harga minyaknya fosil bisa melampaui US$100 per barel, maka itu lebih murah. Kita akan blending untuk diesel itu antara B0 dengan B40 sekarang menjadi B50. Atau kita bikin mandatory untuk bensin dan itu lebih bersih. Jadi ada beberapa langkah-langkah yang akan kita lakukan," tutur Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3/2026).
Baca Juga
- Prabowo Beberkan Kondisi Pangan RI di Tengah Perang Iran Vs AS-Israel
- Prabowo Bakal Beri Taklimat dalam Waktu Dekat, Singgung Dampak Perang AS-Israel vs Iran
- Purbaya Klaim Kas Cukup, Pastikan Harga BBM Tak Naik!
Semula implementasi E20 direncanakan dimulai pada 2028. Lebih lanjut, Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga Idulfitri 2026, meski harga minyak global mendidih.
Dia pun mengatakan, hingga saat ini pihaknya tak akan menaikkan harga BBM di masyarakat. Ini khususnya untuk jenis BBM subsidi seperti Pertalite dan solar.
"Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga. Karena sampai dengan Hari Raya ini Insya Allah gak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi," ucapnya.
Di samping itu, dia juga memastikan bahwa stok BBM di Tanah Air masih cukup. Artinya, tidak ada isu soal ketahanan minyak.





