Harga Minyak Dunia Meroket, Purbaya Singgung Soal Anggaran MBG & Subsidi BBM

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bicara soal opsi pengendalian belanja yang tidak produktif hingga kemungkinan penyesuaian harga BBM subsidi, terkait meroketnya harga minyak dunia.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipotong, karena pemerintah sebenarnya hanya akan melakukan evaluasi agar penggunaan anggaran benar-benar efektif dan efisien.

Baca Juga :
Sony PlayStation 6: Kapan Rilis, Harga, dan Spesifikasi Lengkapnya
Harga Minyak Dunia Meroket, Purbaya Bakal Evaluasi Penyesuaian APBN Sebulan ke Depan

“Jadi MBG enggak akan dipotong. Kecuali yang enggak produktif. Ya kita lihat aja. Kalau dia ngajuin beli motor lagi, coret. Beli komputer lagi, coret," kata Purbaya di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [tangkapan layar]

"Yang enggak perlu-perlu, yang enggak berhubungan dengan makanan (dicoret),” ujarnya.

Dia memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi, agar setiap belanja benar-benar optimal dalam mendukung program-program Utama Presiden Prabowo.

"Kalau MBG kan kita lihat terus dari waktu ke waktu, itu enggak kita potong anggarannya. Tapi kita pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien," kata Purbaya.

Mengenai penyesuaian terkait BBM subsidi, Purbaya memastikan stok energi sebenarnya masih dalam kondisi aman. Meskipun di satu sisi Dia mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan beban subsidi energi.

"Setiap saat kita menyetok (BBM) sekian puluh hari. Kalau enggak salah 15 hari lebih ya. Ini kan stoknya 20 hari, berarti berlebih, bukan habis. Itu stok yang normal, bukan darurat," ujar Purbaya.

Karenanya, Dia menegaskan bahwa pemerintah masih akan memantau perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan, sebelum mengambil keputusan terkait hal tersebut.

"Akan naik otomatis (BBM subsidi) tapi kan asumsi kita kan setahun penuh. Kalau sekarang US$100 per barel, abis itu jatuh ke US$50 per barel, maka rata-ratanya kan bisa sama dengan kemarin," ujar Purbaya.

"Jadi sampai sekarang belum ada kebijakan untuk merubah subsidi BBM. Dalam pengertian naikin harga BBM," ujarnya.

Baca Juga :
InJourney: Pasar Domestik Bakal Topang Pariwisata Nasional di Tengah Risiko Geopolitik Global
Ada Diskon Game di Steam Sampai 90 Persen Sebelum Waktu Habis
SPPG Medan Marelan Terjun 2 Libatkan Tukang Roti Keliling untuk MBG, Waka BGN Kasih Apresiasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lubang di Jalan MT Haryono Muncul Lagi meski Baru Ditambal, Kualitas Tambalan Dikeluhkan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Presiden Korsel Perintahkan Pembatasan Harga BBM usai Minyak Melonjak Dekati US$120
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Detik-detik Longsor Sampah TPST Bantargebang, Berawal dari Teriakan Warga
• 11 jam laludetik.com
thumb
Makna Warna Baju Biru Para Pelayat di Pemakaman Vidi Aldiano
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Seskab Teddy Disebut Berani ‘Pasang Badan’ di Tengah Kritik
• 14 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.