Fakta Baru Kakak Bunuh Adik Tiri di Bandung Barat: Korban Berupaya Menangkis Serangan

republika.co.id
2 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Polisi mengungkap fakta baru kasus pembunuhan terhadap bocah berinisial ASA (12) yang dilakukan kakak tirinya, MZ (28) di Kampung Warung Tiwu, RT 02/16, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Selasa (3/3/2026).

Hasil pendalaman polisi, tersangka mengaku adik tirinya berusaha memberikan perlawanan dengan cara menangkis menggunakan tangan kosong hingga mengalami luka pada bagian perbelangan tangannya. Tersangka membunuh korban secara sadis menggunakan golok atau parang. 

Baca Juga
  • Fakta Baru Bocah SD Dibunuh Kakak Tiri di Bandung Barat: Punya Sabuk Merah!
  • Pembunuh Bocah SD di Bandung Barat Ternyata Kakak Tiri, Begini Cara Pelaku Habisi Nyawa Adiknya
  • Limbah Batu Bara Diduga Dibuang Sembarangan Bandung Barat Dekat Tol Cipularang KM 106
"Ada luka tebasan di pergelangan tangan, itu upaya menahan dari korban," ucap Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra saat dikonfirmasi, Ahad (8/3/2026).

Korban yang memang aktif dan masuk perguruan seni bela diri itu tak bisa berbuat banyak karena tersangka tanpa ampun terus menyerangnya menggunakan parang. Korban disabet pada bagian leher dan ditusuk pada bagian punggung hingga akhirnya meninggal dunia. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Menurut keterangan dari tersangka dan kesesuain luka, itu disabet dua kali mengenai bagia leher dan menusuk punggungnya," kata Niko.

Jasad korban yang sudah bersimbah darah itu baru ditemukan pukul 16.00 WIB di lantai dua tertutup kasur. Tersangka menghabisi nyawa adik tirinya menggunakan senjata tajam jenis golok hingga mengalami luka parah pada bagian leher, punggung dan tangan karena kesal.

"Terkait motif pembunuhan di Cipatat, pelaku MZ kepada adik tirinya ASA itu adalah dari bentuk kekesalan pelaku terhadap korban," ungkap Niko.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Mekanisme Terbaru Tugas Belajar ASN 2026, PNS Perlu Tahu
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
BGN Setop Sementara 1.512 SPPG di Pulau Jawa untuk Evaluasi Standar Operasional
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Praperadilan Lee Kah Hin, Oegroseno: Laporan Informasi Domainnya Intelijen, Tak ada di KUHAP
• 11 menit laludisway.id
thumb
Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Bahlil: Anggaran Subsidi Energi Bakal Ditambah Agar Harga BBM Tak Naik
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.