Mengapa Lailatul Qadar Tidak Diketahui Waktu Pastinya? Buya Yahya: Kalau Diberi Tahu Berantakan Dunia

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Buya Yahya ungkap alasan mengapa waktu pasti lailatul qadar tidak diketahui waktu pastinya.

Melalui salah satu kajian yang ditayangkan di kanal YouTube miliknya, Buya Yahya menyebut bahwa para ulama sepakat malam Lailatul qadar terjadi di bulan Ramadhan.

Kendati demikian, tidak satu satu orang pun yang mengetahui kapan waktu pasti munculnya lailatul qadar.

Menurut penjelasan Buya, hal tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah SWT terhadap umatnya.

"Itu tanda kasih sayang Allah, disembunyikan (waktu lailatul qadar), tidak diberi tahu," kata Buya.

"Kalau lailatul qadar diberitahu, maka berantakan dunia ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Buya juga menjelaskan alasan dibalik kenapa lailatul qadar tidak diketahui kapan waktu pastinya.

Buya Yahya
Sumber :
  • tangkapan layar YouTube Buya Yahya

Jika waktu lailatul qadar waktunya sudah pasti, maka semua orang akan berbondong-bondong mencarinya. Mereka tidak akan melakukan aktivitas apa pun, warung-warung akan tutup, tidak akan ada orang yang memasak makanan, sopir tidak akan bekerja, semua orang akan meninggalkan aktivitas hariannya.

"Karena disembunyikan Allah, alhamdulillah disembunyikan. Jadi yang kerja, kerja, yang nyopir, nyopir begitu. Kalau dikasih tahu oleh Allah, 'lailatul qadar besok malam, wah bubar semuanya. Enggak ada orang mau kerja, lapar semuanya nanti'," papar Buya Yahya.

Maka dari itu, bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umatnya, Dia menyembunyikan waktu past munculnya lailatul qadar.

Namun, di 10 hari terakhir Ramadhan itu jadi waktu yang sangat diharap datangnya malam lailatul qadar.

"Kemudian di antara itu yang ganjil lebih ketat lagi, 21, 23, 25, 17 dan seterusnya 29. Menurut mazhab Imam Syafi'i 21 lebih banyak diharap, bukan dipastikan," kata Buya Yahya.

Meskipun malam ke-21 lebih banyak diharap, tetapi itu tidak bisa dijadikan patokan yang mutlak.

Itulah kenapa, meskipun sudah meningkatkan ibadah di malam ke-21, jangan sampai di malam-malam berikutnya ibadah jadi menurun.

Ilustrasi malam Lailatul Qadar
Sumber :
  • iStockPhoto

"Baginda Nabi kalau sudah memasuki 10 akhir Ramadan beliau membangunkan keluarganya dan beliau beribadah dengan lebih lebih banyak lagi. Itulah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Jangan sampai kita hanya memilih-milih," tutur Buya Yahya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dirjen Kemenhaj Tekankan Integritas Pegawai dan Waspada Gratifikasi
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Refleksi Kepemimpinan Pelayan dalam Pendidikan Katolik
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Pandji Pragiwaksono Umumkan Mens Rea Akan Dijadikan Buku, Segera Rilis April 2026, Ini Isinya
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Jusuf Kalla Gelar Pertemuan dengan Ekonom Bahas Dampak Konflik AS-Iran ke Fiskal RI 
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
BPJS Kesehatan Bakal Buka Posko Mudik dari 13-26 Maret 2026, Ini Lokasinya
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.