Balapan F1 Semakin Berbahaya! Lando Norris Kritik Aturan Anyar Musim 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Pembalap Formula 1 (F1) dari tim McLaren Mastercard sekaligus juara dunia musim 2025, Lando Norris menyebut aturan anyar telah membuat ajang jet darat semakin berbahaya.

Kritik Norris utamanya mengenai bahaya terlalu lebarnya selisih kecepatan antara mobil yang sedang berada dalam mode overtake, dengan mobil yang tersalip karena sedang mengisi baterai.

"Situasinya kaos dan kita bisa mengalami kecelakaan besar," ujarnya dalam wawancara kepada media, selepas melakoni seri perdana GP Australia di sirkuit Albert Park, Melbourne akhir pekan lalu, Minggu (8/3/2026).

Sebagai pengingat, aturan F1 2026 mewajibkan penggunaan mesin hibrida dengan tenaga listrik lebih buas, namun hanya bisa digeber maksimal secara terbatas.

Kapasitas geberan mesin listrik F1 ditingkatkan tiga kali lipat menjadi 350 kW/470 hp, dengan kapasitas mesin bakar (ICE) 1.6L V6 alias serupa era sebelumnya. Hal ini membuat perbandingan tenaga ICE dengan elektrik di mobil F1 saat ini berkisar 50:50, dari sebelumnya 80:20.

Bedanya lagi, metode pengisian baterai pemanfaatan gas buang di perangkat turbo (MGU-H) yang menempel di mesin dihilangkan, tersisa pengisian lewat generator yang memanfaatan energi kinetik (MGU-K) saja. 

Baca Juga

  • Mobil F1 Anyar Tembus 350 Km per Jam Lebih Cepat Saat Lurus, Lando Norris Adaptasi Karakter Baru McLaren
  • Lando Norris Raih Gelar Juara Dunia F1 2025, Perjalanannya Tak Selalu Mulus
  • Pembalap McLaren Lando Norris Tatap Optimis Perebutan Juara Dunia F1 2025

Pengisian baterai pun hanya dilakukan saat mengerem, mirip seperti pada mobil listrik (EV) jalanan pada umumnya, atau ketika secara manual memencet tombol recharge dan melakukan super cliping setelah trek lurus.

Praktis, mobil yang sedang mengisi baterai dengan mobil yang baterainya penuh dan akan menyalip dengan mode overtake, beda selisih kecepatannya sangat jauh. Kondisi ini yang disoroti Norris.

Menurutnya, apabila kecelakaan 'tabrak belakang' terjadi, posisi yang tidak menyenangkan bukan hanya akan dirasakan para pembalap, tapi juga penonton di sekitar.

"Beda kecepatan tabrakan bisa mencapai 30, 40, 50 km/jam, dan ketika menabrak pengemudi lain dengan kecepatan itu, bisa terlempar dan melewati pagar pembatas, serta menyebabkan kerusakan besar pada diri sendiri dan mungkin juga orang lain, dan itu adalah hal yang sangat mengerikan untuk dipikirkan," tambahnya. 

Seri F1 GP Australia utamanya dihiasi pertarungan sengit antara duo Mercedes-AMG Petronas, George Russell dan Andrea Kimi Antonelli dengan duo Scuderia Ferrari HP, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton.

Adapun, Norris menjadi 'best of the rest' dengan bertengger di peringkat ke-5, disusul oleh empat kali juara dunia dari tim Oracle Red Bull Racing, Max Verstappen di peringkat ke-6.

Sebelumnya, Max juga mengungkap kritik serupa terhadap aturan baru F1 musim ini, sebab mayoritas mobil kehilangan tenaga karena baterai cepat habis, membuat balapan secara umum menjadi semakin lambat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cak Imin Dorong Kawasan GBK Perluas Akses untuk UMKM: Minimal 30%
• 21 jam laludetik.com
thumb
Alasan Chat Keji Anwar Satibi ke Ibu Kandung Nizam Syafei Terungkap, Kuasa Hukum: Tak Diberi Pinjaman
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Mengukur Kesejahteraan dalam Penetapan Nisab Zakat dan Kebijakan Upah
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Usai Dikritik Maarten Paes Akibat Dipermalukan FC Groningen, Ajax Amsterdam Resmi Pecat Fred Grim
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Info Penting Sebelum Mudik Jalur Laut Menggunakan Kapal Feri, Mulai Tanggal 13 Maret Merak-Bakauheni Cuma Tersedia Reguler
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.