Curahan Hati Yamisa untuk Presiden Prabowo

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Dengan percaya diri Yamisa Zeboa mengambil pelantang suara yang diberikan oleh Bupati Nias Selatan, Sumatera Utara, yang duduk di sebelahnya. Siswi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Boronadu, Nias Selatan, itu mendapatkan giliran untuk berbicara dengan Presiden Prabowo melalui konferensi video, Senin (9/3/2026) sore. “(Nama saya) Yamisa Zeboa, Pak. Y-A-M-I-S-A,” ujarnya memperkenalkan diri.

Mimik wajah pelajar berusia 17 tahun itu menjadi tersipu-sipu saat Presiden mengaku mengingat wajahnya yang beberapa bulan lalu viral di media sosial TikTok. Yamisa bahkan menutup wajahnya dengan tangan ketika Presiden meminta timnya untuk memutar kembali video Yamisa dan beberapa temannya, untuk mengenang kondisi pahit yang pernah terjadi di Nias Selatan.

Dalam video yang viral pada Oktober 2025 lalu, Yamisa dan kawan-kawannya yang berseragam pramuka berada di tepi sungai tak berjembatan. Sambil berteriak meminta atensi Presiden, mereka memperlihatkan bahwa mereka harus turun ke sungai dan berbasah-basahan setiap kali harus menyeberang sungai sebelum berangkat sekolah. Anak-anak itu juga harus waspada, khawatir ada buaya yang melintas.

Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden, ya. Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar.

Video berdurasi 58 detik itu tidak hanya beredar di kalangan warganet, tetapi juga ditonton oleh Prabowo. Kepada Yamisa, Presiden mengaku masih mengingat wajahnya. “Kamu yang di pinggir sungai dulu, kan, yang basah?” ujarnya.

Kendati harus menghadapi situasi sulit, Prabowo mengapresiasi keberanian Yamisa untuk melaporkan kesulitan masyarakat melalui media sosial. Apalagi, itu disampaikan dengan suara yang lantang. Jika tak demikian, kata Prabowo, mungkin ia tak bisa langsung mendengar keluhan Yamisa dan teman-temannya serta membangun jembatan di kabupaten-kabupaten.

“Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden, ya. Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar,” kata Prabowo.

Di tengah nostalgia video yang viral, Prabowo menanyakan rencana studi Yamisa. Namun, pelajar berseragam putih abu-abu yang kini duduk di kelas XII itu menjawab dengan nada suara yang merendah. Ia mengungkapkan, ingin melanjutkan studi kedokteran tetapi orang tuanya tidak mampu secara finansial.

Mendengar itu, Prabowo meminta kepada Komandan Korem setempat untuk mencatat nama Yamisa dan teman-temannya. Meski tak menyebutkan langkah apa yang akan diambil, Presiden memuji Yamisa sebagai anak berkarakter kepemimpinan yang kuat. Ia meminta agar Yamisa rajin belajar, menjaga agar nilai akademiknya baik, dan mengikuti tes.

“Jangan pacaran dulu, ya. Iya, katanya mau studi, ya,” tutur Prabowo.

Yamisa pun berterima kasih kepada Presiden. Namun, itu belum selesai. Beberapa kali di tengah pembicaraan ia mengucap, “izin Pak” karena merasa ada hal yang perlu disampaikan. Setelah dipersilakan oleh Prabowo, Yamisa mengungkapkan bahwa sekolahnya belum mendapatkan Makan Bergizi Gratis, gedung sekolahnya roboh, dan jalan di kecamatannya rusak.

218 jembatan

Yamisa bukan satu-satunya yang diajak berdialog dalam konferensi video daring bersama Presiden. Setidaknya, ada perwakilan dari delapan kabupaten yang juga turut menyampaikan aspirasi sekaligus melaporkan perkembangan pembangunan jembatan di wilayahnya masing-masing. Sebab, konferensi video itu memang diselenggarakan untuk peresmian 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia, terdiri dari 77 jembatan bailey, 59 jembatan armco, dah 82 jembatan perintis.

Sejak tiga bulan terakhir, Presiden membentuk Satuan Tugas Jembatan yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. Sejumlah jembatan dibangun baik di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, maupun di daerah-daerah lain yang juga tak memiliki jembatan.

Prabowo mengatakan, mungkin ada orang yang memandang pembangunan jembatan merupakan proyek yang tidak strategis. Sebab, jembatan hanya membantu masyarakat menyeberang sejauh belasan atau puluhan meter. Ada pula pihak yang ingin membangun monumen besar, gedung pencakar langit, ataupun gedung-gedung mewah. Namun, di bawah kepemimpinannya Indonesia tidak membangun itu semua.

Sekalipun tidak membangun gedung-gedung mewah, Prabowo menegaskan, ia bangga dengan program pembangunan jembatan. Sebab, dengan jembatan-jembatan kecil itu anak-anak di desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dalam bahaya. Anak-anak tidak perlu sekolah dengan pakaian basah karena menyeberang sungai tak berjembatan.

Apalagi, pembangunan sejumlah jembatan itu dilakukan dengan gotong royong antara negara dan masyarakat. Tak hanya para prajurit TNI yang bertanggung jawab, tetapi pembangunan juga dilakukan berkat kerja sama dengan warga.

“Pemerintah yang saya pimpin bangga bahwa kita menjawab kesulitan rakyat yang paling kecil, rakyat kita yang paling jauh, rakyat kita yang paling terpencil,” kata Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhir Polemik Owner Bibi Kelinci dan Pelanggan yang Dituduh Mencuri di Restonya
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Apa Maksud Panglima TNI Menginstruksikan Status Siaga 1?
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
TVRI Tambah Pemancar di Daerah Blank Spot Jelang Piala Dunia 2026
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Komisi I DPR RI Minta Pemerintah Utamakan Diplomasi dan Siapkan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Lebaran Mendekat, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Naik Jadi Rp 120 Ribu per Kg
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.