FAJAR, MAROS — Warga binaan Lapas Kelas IIB Maros memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah.
Salah satunya dengan menuntaskan Tadarrus Quran hingga delapan juz tiap malamnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Maros, Ali Imran, mengatakan berbagai kegiatan keagamaan digelar selama Ramadan, mulai dari salat tarawih berjamaah, tadarus Alquran, zikir, hingga belajar mengaji.
“Setiap malam warga binaan mengikuti tadarus hingga delapan juz. Banyak juga yang menyelesaikan khatam secara mandiri,” ungkapnya Senin, 9 Maret 2026.
Dia menjelaskan, dengan intensitas tadarus tersebut, warga binaan mampu mengkhatamkan Alquran setiap empat hari sekali selama Ramadan.
Dia juga mengatakan kalau program belajar mengaji ini sebenarnya rutin dilakukan.
Namun selama Ramadan waktunya diperpanjang agar warga binaan lebih banyak mengkhatamkan Alquran.
Dari total 174 warga binaan di Lapas Maros, sebanyak 165 orang beragama Islam.
Mereka berasal dari berbagai kasus, seperti pidana umum, narkotika, perlindungan anak, hingga penipuan.
Tak hanya itu, kata dia, Lapas Maros juga menjalankan program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan.
Dimana kelas pertama diikuti 13 peserta dengan rentang usia 17 hingga 24 tahun dari berbagai latar belakang kasus.
“Untuk tenaga pengajar, kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Maros melalui SKB yang menyediakan pengajar,” jelasnya.
Saat ini proses belajar dibimbing dua pengajar dari Dinas Pendidikan, ditambah tenaga pengajar dari Lapas serta peserta magang.
Kegiatan belajar dilaksanakan satu hingga dua kali dalam sepekan.
Program ini ditujukan agar peserta dapat mengikuti ujian penyetaraan dan memperoleh ijazah sesuai jenjangnya.
Program tersebut mencakup Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Mata pelajaran yang diajarkan meliputi matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta pelajaran umum lainnya.
“Program ini berkelanjutan. Bahkan setelah bebas, warga binaan tetap diwajibkan melanjutkan pendidikan hingga mendapatkan ijazah. Pengawasan ujian tetap dilakukan pemerintah kabupaten,” pungkasnya. (rin)




