Sukirman Ditunjuk Jadi Plt Bupati Pekalongan Setelah Fadia A Rafiq Terjaring OTT KPK

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, PEKALONGAN - Sukirman ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Pekalongan menggantikan Fadia A Rafiq yang terseret operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penunjukan itu Wakil Bupati Sukirman oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk memastikan roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan tetap berjalan normal.

BACA JUGA: KPK Periksa Gubernur Riau Abdul Wahid terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2025

Sukirman mengatakan gubernur akan datang langsung ke Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembinaan sekaligus mengonsolidasikan jajaran birokrasi.

“Ya, Pak Gubernur hari ini akan melakukan pembinaan ke Kabupaten Pekalongan bersama seluruh jajaran untuk mengonsolidasikan seluruh birokrasi di sana,” kata Sukirman, Senin (9/3).

BACA JUGA: Perusahaan Ibu Fadia A Rafiq Harus Menang, Cek Konstruksinya

Dia memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu meskipun kepala daerah sebelumnya terjerat kasus hukum.

“Pelayanan tetap berjalan dengan baik. Hari ini dipimpin langsung oleh Pak Gubernur. Kami tetap bekerja melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Fadia Arafiq Berdalih Tidak Paham Tata Pemerintahan, Begini Komentar Sekjen Golkar

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut dirinya telah menunjuk Sukirman sebagai Plt Bupati Pekalongan dan akan memberikan asistensi langsung kepada pemerintah daerah.

“Hari ini saya ke sana. Sudah kami tunjuk dan sudah kami berikan sejak kemarin. Hari ini saya ke sana melakukan asistensi,” kata eks Kapolda Jawa Tengah itu.

Menurutnya, pembinaan tersebut bertujuan memastikan tata kelola pemerintahan berjalan transparan serta berorientasi pada pelayanan publik.

“Saya sudah sampaikan, kita harus menciptakan birokrasi yang melayani dengan prinsip pemerintahan yang bersih dan baik (good government) untuk wilayah kita,” ujarnya.

Luthfi juga mengingatkan agar tidak kembali terjadi pelanggaran hukum di lingkungan pemerintahan daerah.

“Tidak ada lagi kejadian yang ketiga kalinya. Caranya bagaimana? Satu, transparansi. Dua, akuntabilitas publik agar tidak melanggar hukum dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang. Itu sudah saya arahkan,” ujarnya. (ink/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fadia Arafiq Ditangkap KPK, Fairuz: Kalau Salah Konsekuensi Dijalan, Kalau Tidak...


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Wisnu Indra Kusuma


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Limbah Menjadi Energi: Biofuel dan Tantangan Transisi Energi Global
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Konflik Memanas! Israel Klaim Hantam Kompleks Bahan Bakar Militer Iran | BERUT
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Diplomasi Indonesia yang Riuh ke Dalam Negeri
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Daftar 28 Program Mudik Gratis 2026, Link Daftar, Syarat dan Jadwal Keberangkatan
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Curhat ke Prabowo, Bocah Nias yang Viral Tagih MBG Bermimpi Jadi Dokter
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.