TANGERANG, KOMPAS.com - Puluhan warga yang mengungsi di Masjid Al Jihad akibat banjir di Perumahan Periuk Damai, Kota Tangerang, menggelar buka puasa bersama pada Minggu (9/3/2026).
Masjid tersebut menjadi tempat berkumpul sementara bagi warga yang rumahnya masih terendam banjir sejak Minggu (8/3/2026).
Menjelang waktu Magrib, warga mulai menggelar tikar di lantai masjid. Kotak nasi, makanan ringan, dan air minum diletakkan di hadapan mereka.
Mereka duduk bersama sambil menikmati hidangan sederhana yang dibawa sendiri maupun diterima dari bantuan dapur umum.
Baca juga: Detik-detik Warga Periuk Damai Diterjang Banjir, Air Datang Tiba-tiba Saat Sahur
Saat adzan Maghrib berkumandang, suasana hangat terasa. Warga kompak menyantap menu buka puasa, sebagian membaca doa dalam hati, sebagian mengucapkannya lantang.
Mereka saling berinteraksi dan berbagi makanan, menunjukkan kebersamaan meski tengah menghadapi musibah.
Ketua RT 03 RW 08 Periuk Damai, Miftah, mengatakan kegiatan makan bersama ini sudah biasa dilakukan oleh warganya, termasuk saat berada di pengungsian.
“Kadang-kadang ada yang nyumbang, ada yang beli. Tapi biasa makan bersama saja, kumpul-kumpul seperti biasa,” kata Miftah saat ditemui Kompas.com.
Baca juga: Perumahan Periuk Damai Tangerang Banjir 5 Meter, Warga Bertahan di Lantai 2 Rumah
Selain makanan yang dibawa atau dibeli warga, bantuan juga disiapkan dari dapur umum kelurahan untuk para pengungsi.
“Dari kelurahan ada dapur umum juga. Nanti kira-kira jam lima atau setengah enam dibawa ke sini,” tambah Miftah.
Meski berada di pengungsian, warga tetap berupaya menjaga kebersamaan selama Ramadan.
Suasana masjid dipenuhi warga yang duduk berdekatan menunggu azan Magrib.
Bagi sebagian warga, buka puasa bersama di pengungsian menjadi cara sederhana untuk saling menguatkan di tengah musibah banjir yang masih merendam kawasan Periuk Damai.
Baca juga: Update Banjir Jakarta Senin Malam, 10 RT dan 1 Ruas Jalan Masih Tergenang
Kondisi Banjir Tangerang
Banjir yang merendam Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, tepatnya di Perumahan Periuk Damai, perlahan mulai surut pada hari kedua, Senin (9/3/2026). Namun, penyusutan tinggi muka air masih lambat.