TABLOIDBINTANG.COM - Shalom Razade buka suara soal keputusan menjalani operasi plastik di Korea Selatan. Putri sulung Wulan Guritno itu bahkan tak kuasa menahan air mata saat menjelaskan alasan di balik prosedur yang dijalani.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Shalom mengungkap bahwa operasi tersebut bukan semata untuk penampilan, tetapi lebih karena masalah kesehatan yang sudah lama ia alami.
“Aku akhirnya bisa bernapas normal lagi,” ungkap Shalom dalam video yang diunggahnya di Instagram.
Dalam penjelasannya, Shalom menjalani beberapa prosedur medis sekaligus, yakni upper blepharoplasty, ptosis correction, serta functional rhinoplasty.
Tindakan pada hidung dilakukan karena struktur hidungnya mengalami kelainan yang membuat saluran pernapasannya menyempit.
Shalom mengaku selama ini bagian saluran napas di hidung sebelah kanan sangat sempit sehingga ia sering kesulitan bernapas dengan normal.
“Saluran napas yang kanan itu sempit banget. Operasi ini utamanya untuk memperbaiki jalan napasku. Secara kosmetik aku cuma minta hidungku dilurusin saja,” jelas Shalom Razade.
Akibat kondisi tersebut, Shalom mengaku terbiasa bernapas melalui mulut dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan itu bahkan sudah berlangsung cukup lama hingga dianggapnya sebagai hal yang normal.
Namun menurutnya, operasi ini menjadi satu-satunya cara untuk memperbaiki kondisi saluran pernapasan di hidungnya.
Tak hanya hidung, Shalom juga melakukan koreksi kecil pada kelopak mata kanan agar terlihat lebih simetris dengan sisi kiri wajahnya.
Meski menjalani prosedur estetika, Shalom menegaskan dirinya sebenarnya sudah percaya diri dengan penampilannya selama ini.
“Untuk kelopak mata, aku cuma minta dikoreksi yang kanan supaya sama dengan yang kiri. Jujur aku sudah suka dengan wajahku, ini cuma supaya lebih simetris saja,” tuturnya.
Aktris yang akan berusia 28 tahun pada 24 Juni 2026 itu mengaku sangat emosional setelah menjalani operasi yang cukup kompleks tersebut.
Berdasarkan hasil CT scan, dokter bahkan harus melakukan rekonstruksi pada bagian hidungnya.
Shalom pun merasa lega karena akhirnya bisa bernapas dengan normal setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan.
“Operasi hidungku cukup kompleks karena harus merekonstruksi semuanya. Sekarang akhirnya aku bisa bernapas normal lagi. Itu sebabnya aku jadi emosional,” pungkas Shalom.




