Produsen mobil mewah Jerman Mercedes-Benz mulai mengembangkan platform mobil listrik (EV) baru di China dengan memanfaatkan teknologi yang dikembangkan oleh Geely.
Carnewschina menyebut ini adalah langkah pertama Mercedes-Benz memberikan kewenangan pengembangan independen untuk sebuah platform kendaraan baru kepada pusat riset yang berada di luar Jerman.
Dalam struktur baru ini, pusat riset dan pengembangan Mercedes-Benz di China akan menjadi markas global pengembangan kendaraan kompak, sementara pusat pengembangan di Jerman akan lebih fokus pada kendaraan segmen menengah hingga besar.
Sumber industri yang dikutip 36Kr menyebutkan bahwa Mercedes-Benz telah meluncurkan proyek platform baru dengan nama kode Phoenix. Platform ini akan digunakan untuk kendaraan listrik entry-level yang dipasarkan secara global.
Platform tersebut diperkirakan mulai diproduksi mulai 2030 dan akan mengadopsi arsitektur kelistrikan GEEA milik Geely. Jika rampung, platform ini akan menggantikan platform MMA yang saat ini digunakan Mercedes-Benz.
Melalui platform Phoenix, Mercedes-Benz akan memproduksi berbagai model kompak untuk pasar global, termasuk:
- A-Class
- B-Class
- GLA
- GLB
- CLA
Menurut laporan tersebut, manajemen Mercedes-Benz bahkan disebut sering mengunjungi pusat riset Geely di Hangzhou Bay sejak akhir Januari 2026 untuk membahas potensi kerja sama di bidang elektronik kendaraan dan arsitektur kelistrikan.
Untuk diketahui, pada akhir tahun lalu, CEO Mercedes-Benz Ola Källenius telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan para eksekutif senior untuk membahas arah strategi perusahaan di masa depan.
"Bagaimana mengurangi biaya dan tetap meraih profit adalah topik utama,” ungkap seorang sumber internal.
Mercedes-Benz juga disebut terkesan dengan kemajuan teknologi otomotif China. Setelah melakukan studi pembongkaran menyeluruh terhadap model Zeekr 001, para insinyur Mercedes mengakui kualitas teknis kendaraan tersebut.
Namun yang paling mengejutkan adalah biaya produksinya yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil Mercedes.
Tren Baru Industri Otomotif GlobalKerja sama ini mencerminkan tren baru di industri otomotif global, di mana produsen mobil Barat mulai mengandalkan teknologi kendaraan listrik dan perangkat lunak dari China.
Beberapa kolaborasi serupa yang telah terjadi antara lain:
- Volkswagen bekerja sama dengan XPeng
- Stellantis menggandeng Leapmotor
- Renault menjalin kolaborasi dengan Geely
Bahkan Ford Motor Company dilaporkan sedang menjajaki kerja sama dengan Geely dalam pengembangan sistem mengemudi otonom dan perangkat lunak konektivitas pintar.
"Kini situasinya berubah, perusahaan China justru mulai mengekspor teknologi inti mereka kepada raksasa otomotif global yang masih kesulitan mengembangkan perangkat lunak kendaraan listrik dan mobil pintar," tutup laporan tersebut.





