jpnn.com, JAWA TENGAH - Peristiwa Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq menjadi perhatian khusus bagi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Luthfi menjelaskan tidak ingin peristiwa serupa kembali terjadi di lingkungan pemerintah daerah di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Gubernur Luthfi: 4,2 Juta UMKM di Jateng Tulang Punggung Ekonomi Daerah
Dia juga menyinggung sebelumnya juga terjadi OTT terhadap Bupati Pati Sudewo.
“Tidak ada lagi kejadian yang ketiga kalinya. Dengan cara apa? Satu, transparansi. Dua, akuntabilitas publik agar tidak melanggar hukum dan jangan sekali-kali menyalahgunakan wewenang. Itu sudah saya arahkan,” kata Luthfi, Senin (9/3).
BACA JUGA: Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Fairuz A Rafiq Minta Hal Ini
Luthfi telah menunjuk Wakil Bupati Pekalongan Sukirman sebagai pelaksana tugas (Plt) menggantikan Fadia A Rafiq untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.
Dirinya juga berencana datang langsung ke Kabupaten Pekalongan untuk memberikan asistensi serta melakukan pembinaan kepada jajaran pemerintah daerah.
BACA JUGA: KPK Periksa Mantan Wabup dan Ketua DPRD Pati Terkait Kasus Sudewo
“Hari ini saya ke sana, sudah kami tunjuk. Penunjukan itu sudah kami berikan sejak kemarin. Hari ini saya ke sana melakukan asistensi,” ujarnya.
Luthfi menekankan pentingnya membangun birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Saya sudah sampaikan, kami harus menciptakan birokrasi yang melayani dengan prinsip pemerintahan yang jelas dan baik untuk wilayah kami,” kata eks Kapolda Jawa Tengah itu.(ink/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Wisnu Indra Kusuma




